Wamenhan Akui Pengiriman 8 Ribu TNI ke Gaza Belum Terjadwal
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan mengaku belum mengetahui jadwal keberangkatan 8 ribu pasukan TNI ke Gaza, Palestina usai Indonesia resmi bergabung Board of Peace (BoP) bersama sejumlah negara yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Belum ada rencana pengiriman, tapi kita sudah siapkan 8 ribu personel untuk misi perdamaian di Gaza nantinya," kata Donny saat di Makassar, Minggu (22/2).
Meski demikian, Donny menegaskan bahwa Indonesia akan keluar dari Board Of Peace jika misi tersebut tidak sejalan dengan tujuan Indonesia terkait kemerdekaan Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kita lihat, kalau tidak sejalan kepentingan Pemerintah Indonesia, ya opsi itu masih tetap ada," pungkasnya.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal menegaskan pengiriman pasukan TNI di Gaza, Palestina hanya untuk kepentingan misi kemanusiaan dan tidak akan ikut dalam agenda Israel.
"Jadi kita rekomendasikan itu hanya membantu di medis dan Zipur, atau rehab-rekon," kata Syamsul Rizal di kantor PKB Sulsel, Selasa (17/2).
Menurut Daeng Ical sapaan akrabnya bahwa ada satu brigade pasukan TNI memang telah menjalani pelatihan untuk menjadi bagian dari International Stabilization Force (ISF), namun penugasan harus dibatasi secara tegas.
"Komisi I sudah mensyaratkan, yang pertama memastikan dulu sebelum pengiriman, apa-apa yang menjadi tugasnya. Jadi ada Crossline yang jelas, ada debarkasi, baik wilayah maupun tugas segmen," ungkapnya.
Sementara itu, Indonesia akan menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi International alias Stabilization Force (ISF)
Hal itu diumumkan dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2) waktu setempat.
"Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF," kata Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers.
[Gambas:Video CNN]

