KPK Temukan Aliran Uang Bupati Sudewo ke KSPPS Artha Bahana Syariah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami aliran uang keluar-masuk dari Bupati Pati Sudewo ke Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Artha Bahana Syariah. Pendalaman dilakukan satu di antaranya dengan memeriksa saksi Direktur Bisnis KSPPS Artha Bahana Syariah pada Senin, 9 Februari 2026.
"Pada hari kemarin penyidik melakukan pemeriksaan kepada pihak dari Koperasi ABS. Dalam pemeriksaan ini, penyidik mendalami terkait dengan dugaan aliran uang, baik yang masuk maupun keluar dari saudara SDW [Sudewo] di koperasi tersebut," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi mengatakan penyidik juga akan mengonfirmasi hubungan dari Koperasi ABS dengan Sudewo dalam proses berjalan.
"Ini nanti akan didalami maksud dari mengapa ada uang-uang yang mengalir, baik masuk maupun keluar berkaitan dengan saudara SDW ini," tutur Budi.
KPK menetapkan Bupati Sudewo dan tiga orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan calon perangkat desa.
Tiga tersangka lain dimaksud ialah Abdul Suyono selaku Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan; Sumarjiono selaku Kepala Desa Arumanis, Kecamatan Jaken; dan Karjan selaku Kepala Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken.
Para tersangka sudah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK, dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 20 huruf c KUHP.
Dalam proses penyidikan berjalan, KPK sudah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penggeledahan untuk mencari barang bukti di sejumlah tempat.
Kasus ini dibongkar KPK lewat OTT yang dilakukan beberapa waktu lalu, di mana sebanyak 8 orang termasuk Sudewo ditangkap. Dalam operasi senyap itu turut disita uang sejumlah Rp2,6 miliar.
Satukan berkas
Budi menyatakan KPK akan menggabungkan berkas perkara dugaan pemerasan calon perangkat desa dan dugaan suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang menyeret Sudewo. Sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap tersebut juga sudah dilakukan pemeriksaan.
Pada Senin kemarin, KPK memeriksa saksi Reza Maulana Maghribi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Timur periode 2021-2022.
"Di mana saksi didalami berkaitan dengan plotting proyek-proyek yang berkaitan dengan saudara SDW, khususnya untuk proyek-proyek di DJKA wilayah Jawa Timur. Termasuk juga didalami berkaitan dengan dugaan fee proyek yang mengalir kepada saudara SDW," terang Budi.
"Nah, dengan dua penyidikan yang berjalan untuk tersangka yang sama yaitu saudara SDW, tentunya nanti juga bisa dilakukan dakwaan kumulatif supaya prosesnya juga menjadi lebih efektif untuk tersangka SDW," tandasnya.
(fra/ryn/fra)[Gambas:Video CNN]

