Hide Ads

PMK Jatim Capai 927 Kasus, Khofifah Distribusikan 453 Ribu Vaksin

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 01:00 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya mendistribusikan 453 ribu dosis vaksin untuk mengatasi peningkatan kasus PMK hewan ternak.
Ilustrasi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya mendistribusikan 453 ribu dosis vaksin untuk mengatasi peningkatan kasus PMK hewan ternak. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Surabaya, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya mendistribusikan 453 ribu dosis vaksin untuk mengatasi peningkatan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di awal tahun 2026.

Khofifah menegaskan, percepatan vaksinasi PMK menjadi langkah penting mengingat Jatim merupakan salah satu lumbung ternak nasional. Karena itu, perlindungan terhadap populasi ternak menjadi prioritas utama.

"Percepatan vaksinasi ini penting karena Jatim merupakan lumbung ternak nasional. Dengan vaksinasi serentak, kita dorong terbentuknya herd immunity agar populasi ternak terlindungi dan ekonomi peternak tetap terjaga. Untuk tahap pertama, kita bagikan 453 ribu dosis," kata Khofifah melalui keterangannya, Kamis (29/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data Dinas Peternakan Jatim, per Selasa (27/1) tercatat ada 927 kasus PMK. Dari total kasus yang terdeteksi, sebanyak 242 ekor sapi dinyatakan sembuh. Sementara itu, 672 ekor masih berstatus sakit dan dalam penanganan intensif. Selain itu, delapan ekor sapi dilaporkan mati akibat PMK, sedangkan lima ekor lainnya harus dipotong paksa.

Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan Provinsi Jatim pun menetapkan pelaksanaan Gerakan Vaksinasi PMK Serentak yang mulai dilaksanakan hari ini, 29 Januari 2026 di seluruh kabupaten/kota se-Jatim. Ribuan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan penyuntikan vaksin pada ternak milik masyarakat.

"Pemprov Jatim mulai mendistribusikan 453 ribu dosis vaksin PMK tahap I ke 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Distribusi ini menjadi bagian dari rangkaian vaksinasi PMK yang dijadwalkan berlangsung hingga September 2026," ucapnya.

Vaksin PMK tahap pertama tersebut disalurkan melalui Dinas Peternakan Provinsi Jatim kepada perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan di masing-masing daerah untuk segera digunakan dalam pelaksanaan vaksinasi di lapangan.

"Ini langkah antisipasi untuk melindungi populasi ternak di Jatim. Kami distribusikan vaksin skala besar mulai dilaksanakan hari ini," tegas Mantan Menteri Sosial RI ini.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) yang telah mengalokasikan total 1.510.000 dosis vaksin PMK khusus untuk Provinsi Jatim sepanjang 2026z

"Kami berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian RI. Untuk tahun ini, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan total 1.510.000 dosis vaksin PMK khusus untuk Provinsi Jawa Timur," ucap dia.

Selain vaksinasi serentak, upaya pengendalian PMK juga dilakukan melalui penguatan biosekuriti kandang, pengawasan ketat lalu lintas ternak, serta edukasi kepada para peternak. Petugas kesehatan hewan juga disiagakan di pasar-pasar hewan untuk memastikan tidak ada ternak sakit yang diperjualbelikan.

"Untuk opsi penutupan sementara pasar hewan, akan kami terapkan khusus di wilayah-wilayah dengan tingkat kasus PMK tinggi atau masuk zona merah," tegasnya.

Sebagai langkah preventif tambahan, kata Khofifah, Pemprov Jatim akan mengaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) PMK yang melibatkan BPBD, aparat kewilayahan, serta unsur TNI dan Polri dalam penanganan di lapangan. Unsur kelurahan, kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas juga dilibatkan dalam monitoring dan pendampingan kepada peternak.

"Penanganan PMK tidak bisa setengah-setengah. Kami bergerak bersama, berkolaborasi dan bersinergi lintas sektor, dari pemerintah daerah, aparat kewilayahan, hingga TNI dan Polri, untuk memastikan pengendalian PMK berjalan cepat, terpadu, dan efektif di lapangan," ungkapnya.

Di akhir, Khofifah mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan kasus PMK. Ia juga meminta para peternak agar bersikap proaktif dan kooperatif saat petugas melakukan vaksinasi serta pemeriksaan kesehatan ternak.

"Kami mengimbau kepada bupati/walikota dan para peternak untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mempercepat vaksinasi PMK, serta disiplin menerapkan manajemen pakan dan menjaga kesehatan ternak, sehingga penyebaran PMK dapat ditekan dan keberlangsungan peternakan rakyat tetap terjaga," katanya.

(frd/isn)


[Gambas:Video CNN]