Hide Ads

Menpar Widiyanti Klarifikasi soal Isu 'Disemprot' DPR

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2026 13:15 WIB
Menpar Widiyanti beri klarifikasi soal isu dirinya disemprot DPR saat rapat kerja dengan Komisi VII.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Foto: CNN Indonesia/Kadafi
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan klarifikasi soal isu dirinya 'disemprot' oleh DPR saat melaksanakan rapat kerja dengan Komisi VII.

"Tidak benar. Ini yang harus saya luruskan. Jadi kami rapat itu diundang DPR sebagai mitra Komisi 7. Tidak ada soal saya menolak rapat," kata Widi dalam sebuah unggahan di Instagram pribadinya, Jumat (23/1).

"Bahkan, saya menyampaikan, 'Bapak Ketua, saya sudah mengosongkan waktu saya, saya siap rapat sampai malam.' Tapi ini tidak dikutip oleh media. Jadi banyak media yang menulis itu, tapi mereka tidak hadir di sana dan tidak paham konteksnya," tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan bahwa pembahasan saat itu sangat banyak, sehingga pimpinan membagi dua rapat dan akan meneruskannya di pekan depan.

Terkait pernyataan Ketua Komisi VII DPR Saleh Daulay, kata Widi, pesan tersebut bukan hanya ditujukan kepada dirinya, tetapi kepada seluruh peserta rapat.

"Dan pimpinan menjelaskan bahwa tugas Menteri dan anggota DPR adalah rapat, menurut beliau. Kalau nggak mau rapat, ya enggak usah jadi Menteri atau anggota DPR. Tapi ini message atau yang disampaikan Bapak Ketua, bukan kepada saya saja, tetapi kepada seluruh peserta rapat pada hari itu," tuturnya.

"Jadi, kenapa kok beritanya seolah-olah saya yang kena semprot? Agak lucu ya?" imbuhnya.

Widi menekankan bahwa Kementerian Pariwisata dan Komisi VII adalah mitra dan saling menghormati. Ia menegaskan hubungan kedua belah pihak juga baik-baik saja.

"Saya ingin meluruskan framing yang mengatakan saya "disemprot" dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI. Saya tegaskan bahwa hal itu tidak benar. Penjelasan ini saya sampaikan agar opini yang berkembang tidak menjadi liar dan dianggap sebagai kebenaran," tulis Widi dalam caption unggahan tersebut.

Isu tersebut berawal dari ujaran Ketua Komisi VII DPR Saleh Daulay yang meminta penjelasan soal laporan penghargaan-penghargaan yang diterima Kemenpar.

"Dapat penghargaan untuk Kementerian Pariwisata bagus untuk apa namanya sebagai bagian dari menunjukkan kerja bagus tapi rakyatnya dapat apa? Dan ini ada 154. Saya ingin ini dijelaskan satu persatu jenisnya apa saja penghargaan ini dan dampaknya apa untuk rakyat Indonesia," katanya dalam raker yang disiarkan daring pada Rabu (21/1)

Ia kemudian menyebut jawaban atas pertanyaannya tidak boleh disampaikan secara tertulis.

"Kemarin sudah disepakati di rapat hari apa kita internal kan enggak boleh tertulis sekarang nih. Enggak apa-apa seminggu juga enggak apa-apa kan kalau ini kan yang gini-gini kan memang kerja kita rapat. Bu menteri kalau enggak mau rapat ya jangan jadi menteri juga. Kita juga kalau anggota DPR enggak mau rapat ya jangan jadi anggota DPR juga dong," tutur Saleh.

(lom/dna)