Pengemudi Mobil Tewas saat Macet di Grogol Jakbar
Seorang pengemudi pria inisial AR ditemukan tewas dalam mobilnya di tengah kemacetan di jalan layang (flyover) Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (22/1) siang.
Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham membenarkan insiden tersebut. Polisi menemukan obat asma di dalam mobil.
"Ya, tadi ada pengemudi mobil, pria, tewas di dalam mobilnya," kata Ilham saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus kematian ini diketahui berawal dari mobil yang dikendarai pria itu mogok di tengah kemacetan.
Pengendara lain pun bersahut-sahutan membunyikan klakson. Kemudian seorang saksi melapor ke petugas Satlantas di dekat lokasi.
"Informasi dari anggota kita yang bertugas, ada yang beritahu ke petugas kita, itu ada mobil mogok. Nah, (mobil korban) didorong-dorong enggak maju, ternyata ketika pas dicek, udah meninggal pengemudinya," ujar Ilham.
Insiden ini sudah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Grogol Petamburan.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alex Tengbunan menerangkan korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga pemilik bengkel di sekitar lokasi.
Setelahnya, anggota langsung membuka pintu mobil. Saat dibuka, didapati posisi kepala korban dalam tertunduk.
"Terus dicek kenapa bisa merunduk ini, mungkin tidur atau gimana kan, tapi pas dicek denyut nadinya sudah tidak berdetak," ucap Alex.
Selanjutnya, anggota langsung menghubungi tim identifikasi Polres Metro Jakarta Barat. Setelah jasad AR diperiksa, tidak ditemukan tanda kekerasan.
Alex menyebut anggota juga langsung melakukan pemeriksaan di dalam mobil korban. Hasilnya, ditemukan sejumlah obat-obatan, salah satunya obat asma.
"Ada ditemukan obat asma inhaler, ya inhaler, sama obat lain seperti freshcare dengan insto dalam tasnya. Kemungkinan (meninggal) karena sakit ya, bukan karena macet," tuturnya.
Saat ini, jasad korban telah dibawa ke RSCM untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk, untuk mendalami penyebab kematian korban.
[Gambas:Video CNN]

