Dua Pekan Terendam Banjir, Warga Pati Mulai Diserang Penyakit
Warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang terendam banjir selama setidaknya dua pekan terakhir mengeluh mulai terserang penyakit.
Mereka mengeluh mengalami sakit gatal hingga diare, dan antre di pemeriksaan kesehatan gratis oleh Puskesmas Juwana di depan Balai Desa Doropayung, Kamis (22/1) siang tadi.
Salah satu warga, Rohmat, mengaku mulai terkena penyakit gatal-gatal. Ia pun bersama anaknya mulai mendatangi posko pengobatan di Balai Desa Doropayung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sakit gatal-gatal, masuk ke air pasti kena gatal-gatal. Karena banjir sudah dua minggu," jelas Rohmat ditemui di lokasi sepeti dikutip dari detikJateng.
Ia berharap agar banjir yang merendam permukimannya selama dua pekan ini segera surut.
"Banjirnya cepat surut, harapannya kepada pemerintah sudah tidak ada banjir lagi," jelasnya.
Kepala Puskesmas Juwana, Endang Setiawati mengatakan tim kesehatan berjaga setiap hari di Balai Desa Doropayung. Mereka memberikan bantuan kesehatan kepada warga yang terdampak banjir.
"Kondisi warga di sini rata-rata adalah gatal-gatal, diare, ada yang pegal-pegal, terus ada yang batuk pilek," ujar Endang.
"Untuk pengobatan sampai selesai banjir, setelah banjir pun kita melakukan pengobatan, kami gelar pengobatan setiap hari. Karena bidan kami melayani 24 jam," imbuhnya.
Sementara itu, saat ini masih ada sebanyak 60 desa di 7 kecamatan di Pati yang terdampak banjir. Debit air mulai menyusut usai sebelumnya merendam 136 desa dari 12 kecamatan.
Jalur Pati-Rembang kebanjiran
Mengutip dari detikJateng, per pukul 10.00 WIB, jalur Pantura Pati-Juwana ke Rembang kembali kebanjiran lagi pada Kamis ini.
Setidaknya ada empat titik lokasi banjir dan menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang. Salah satunya di depan PT Bumi Indo Desa Purworejo Kecamatan Pati.
Genangan banjir cukup dalam mencapai 30 sentimeter. Arus banjir pun terpantau deras dari luapan Sungai Simo.
Akibatnya lalu lintas pantura tersendat dan antrean cukup panjang dari arah Juwana ke Pati Kota atau sebaliknya.
Anggota Satlantas Polresta Pati, Ipda Andika Novian menjelaskan arus lalu lintas pagi terpantau mengalami perlambatan karena adanya genangan banjir.
"Tepatnya dari simpang 3 Widorokandang mengalami perlambatan lalu lintas baik dari kota menuju kota atau sebaliknya," jelas Andika di lokasi.
Menurutnya genangan banjir di pantura sempat berangsur surut. Akan tetapi karena curah hujan masih tinggi, Sungai Simo meluap kembali dan membanjiri ke jalan pantura.
"Untuk jalur pantura pagi ini karena tadi malam terguyur hujan ini mengalami kenaikan," jelasnya.
Dia lalu menerangkan empat titik lokasi yang kebanjiran.
Pertama di jalan menuju kota Pati jalan sepanjang 100 meter terendam banjir 10 sampai 20 sentimeter.
"Untuk titik kedua di depan Widorokandang mengalami kenaikan 5 sampai 10 sentimeter dengan. Titik ketiga depan STBE Pantura Pati ke Juwana kedalaman banjir sekitar 5 sampai 10 sentimeter," jelas dia.
"Kemudian di depan PT Bumindo tergenang banjir 15 sampai 20 sentimeter dengan panjang 200 meter," lanjut dia.
Baca berita lengkapnya di sini dan di sini.
(kid/wis)[Gambas:Video CNN]