Agam Rinjani Ikut Operasi SAR Evakuasi Korban Pesawat di Bulusaraung

CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 13:47 WIB
Agam Rinjani bersama timnya fokus membantu pencarian di medan terjal Gunung Bulusaraung melalui kemampuan Vertical Rescue.
Agam Rinjani ikut bergabung dalam operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung. CNN Indonesia/Ilham
Makassar, CNN Indonesia --

Pendaki dan relawan kemanusiaan Agam Rinjani ikut bergabung dalam operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Agam bersama timnya fokus membantu pencarian di medan terjal melalui kemampuan Vertical Rescue.

"Ya, jadi kami ikut saja koordinasi dari teman-teman Basarnas bagaimana strateginya. Kami ikut membantu khususnya di vertical rescue," kata Agam di posko SAR Tompo Bulu, Rabu (22/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam misi ini, Agam datang bersama tiga rekannya. Mereka bergabung dengan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Korps Mahasiswa Pecinta Alam (Korpala) Universitas Hasanuddin, serta pihak taman nasional.

"Kami bawa tim bertiga dan bergabung dengan teman-teman Korpala Unhas dan taman nasional. Apa yang bisa kami bantu, kami bantu, khususnya di medan terjal," ujarnya.

Setelah berkoordinasi, Agam dan timnya akan mengambil posisi di jalur vertikal dan mendirikan camp di atas gunung. Mereka direncanakan menginap selama beberapa hari menyesuaikan dengan kebutuhan operasi pencarian.

"Kita ambil posisi di bagian vertikal, di camp. Kami akan menginap di atas sesuai kesepakatan nanti untuk jalur vertikalnya," jelasnya.

Agam menegaskan bahwa sasaran utama pencarian adalah korban, bukan puing pesawat. Ia bersama tim akan bergabung di Pos 9, yang merupakan jalur utama vertikal menuju lokasi pencarian.

"Korban. Sasarannya korban. Kami gabung di Pos 9, poin di jalur utama vertikal," tegas Agam.

Dalam mendukung pencarian, tim Agam membawa peralatan lengkap vertical rescue, termasuk tali dan perlengkapan keselamatan lainnya.

"Peralatan kami lengkap, ada tali dan alat vertical rescue," katanya.

Agam mengungkapkan bahwa tantangan utama pencarian berada pada kondisi medan dan cuaca yang ekstrem. Selain jalur yang curam, kabut tebal dan angin kencang kerap menghambat pergerakan tim di lapangan.

"Kondisi medan di sini terjal, cuaca juga mempersulit karena kabut dan angin badai. Jadi betul-betul harus safety. Saat menolong, tim rescue juga harus aman," ungkapnya.

Agam menambahkan, keterlibatannya dalam operasi ini merupakan hari pertamanya di lokasi setelah menempuh perjalanan panjang dari Aceh.

"Iya, ini hari pertama. Saya baru datang dari Aceh, transit Batam dan Jakarta, baru ke sini," pungkasnya.

(mir/gil)


[Gambas:Video CNN]