Fakta-fakta OTT KPK yang Menjerat Bupati Pati Sudewo

CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2026 15:31 WIB
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pati Sudewo dan sejumlah pihak lainnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) kemarin, Senin (19/1).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mengamankan uang miliaran rupiah terkait dugaan pengurusan pengisian jabatan pemerintahan desa di Pati.

Sadewo dan sejumlah pihak lainnya telah digelandang ke markas lembaga antirasuah. Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam peristiwa ini, tim juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk rupiah senilai miliaran rupiah. Nanti kami akan sampaikan (lengkapnya)," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1).

CNNIndonesia.com telah merangkum fakta-fakta awal kasus OTT Bupati Pati Sudewo:


Diduga suap jual beli jabatan

Operasi senyap yang dilakukan KPK terhadap Bupati Pati Sudewo dan sejumlah pihak lainnya berkaitan dengan dugaan suap jual beli jabatan.

"Terkait pengisian jabatan kaur, kasi, ataupun sekdes (sekretaris desa)," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Selasa (20/1).

Camat hingga kades ditangkap

Selain Bupati Sudewo, KPK juga turut menangkap dan mengamankan camat, kepala desa, dan calon perangkat desa dalam OTT di Pati kemarin.

Rinciannya dua orang camat, tiga kepala desa, dan dua calon perangkat desa.

Patok harga untuk jabatan

KPK menduga Sudewo memasang harga untuk jabatan tertentu di lingkup pemerintahan desa.

"Jadi memang ada jumlah tertentu yang dipatok untuk mengisi suatu jabatan di lingkup pemerintah desa," kata Budi.

Budi belum menjelaskan berapa harga yang dipatok Sudewo terhadap jabatan di pemerintahan desa.

"Nanti kami akan sampaikan secara detail angka-angkanya," ujarnya.

Diperiksa di Polres Kudus

KPK menjelaskan alasan pemeriksaan awal Sudewo di Polres Kudus bukan di Pati seusai OTT. KPK menyebut hal tersebut merupakan teknis strategi tim yang melakukan OTT.

"Ini kan butuh pemeriksaan secara intensif ya, sehingga tim juga melakukan pemeriksaan di beberapa tempat. Ini teknis strategi pemeriksaan saja oleh teman-teman di lapangan," ujarnya.

Setelah itu, Sudewo dibawa ke Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sudewo kemudian dibawa ke gedung KPK di Jakarta hari ini.

Gerindra tekankan pesan Prabowo

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong menanggapi penangkapan Sudewo oleh KPK.

Bahtra mengatakan Presiden Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum (ketum) Gerindra, telah berulang kali mengingatkan agar seluruh kader bekerja untuk rakyat.

"Ya pak Prabowo kan sering mengingatkan semua kader ya, agar berhati-hati lah. Jadi terus bekerja untuk masyarakat. Itu aja pesan pak Prabowo kan harus kepala-kepala daerah Gerindra harus bekerja untuk rakyatlah," kata Bahtra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).

(fra/kna/fra)