Guru SD di Rawabuntu Tangsel Dinonaktifkan Buntut Dugaan Pencabulan

CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2026 15:26 WIB
Seorang guru sekaligus wali kelas 4 UPTD SDN Rawabuntu 01 Tangsel berinisial YP dinonaktifkan dari jabatannya usai diduga terlibat dalam kasus dugaan pencabulan
Seorang guru sekaligus wali kelas 4 UPTD SDN Rawabuntu 01 Tangsel berinisial YP dinonaktifkan dari jabatannya usai diduga terlibat dalam kasus dugaan pencabulan. Unsplash/Pixabay
Tangerang Selatan, CNN Indonesia --

Seorang guru sekaligus wali kelas 4 UPTD SDN Rawabuntu 01 Tangsel berinisial YP dinonaktifkan dari jabatannya usai diduga terlibat dalam kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah muridnya.

"Setelah adanya laporan dari salah satu orang tua korban, saya sebagai pimpinan di sekolah tersebut langsung mengambil tindakan tegas, dan saya langsung menulis surat resmi kemudian saya laporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel yang tertuju bidang PTK," ujar Kepala Sekolah Tarmiati di Puspemkot Tangsel, Senin (19/01).

Tarmiati menyatakan aksi tak bermoral oknum guru tersebut membuatnya tak habis pikir. Bukannya menjadi sosok yang memberikan contoh terhadap muridnya, YP justru melakukan perbuatan yang sangat bejat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus ini sudah ditangani oleh PPA Tangsel, kemudian untuk oknum guru tersebut sudah dilaporkan ke Inspektorat dan BKPSDM," kata dia.

Meski pemberitaan kasus ini tengah ramai di masyarakat dan media sosial, Tarmiati memastikan bahwa aktivitas pendidikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tidak terganggu.

"Alhamdulillah guru-guru dan anak-anak dalam pembelajaran tidak terganggu dengan ramainya pemberitaan. Proses KBM berjalan normal, tenang dan terkendali. "Tutupnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) PTK Rudi Dermawan mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan kejadian tersebut dari kepala sekolah.

"Secara pribadi, saya mendapatkan laporan tersebut di hari jumat kemarin (16/1). Langkah selanjutnya yakni pihaknya akan memanggil yang bersangkutan," ujar Rudi.

Rudi mengatakan Dindikbud Tangsel juga sudah berkoordinasi dengan Inspektorat yang menangani masalah disiplin PNS.

Rudi mengatakan pembinaan selama ini telah dilakukan kepada para PNS di setiap rapat koordinasi. Rudi berharap agar kejadian seperti ini yang terakhir kali dan tidak terjadi lagi di satuan pendidikan Kota Tangerang Selatan.

"Kami menghimbau terutama para pendidik atau guru, agar bisa menjaga sikap, etika, dan menjadi teladan bagi anak didiknya. Ini menjadi bahan evaluasi kita bersama," ujar Rudi.

(arl/gil)


[Gambas:Video CNN]