"Saya pernah sambil sedikit agak humor, ganggu, yang paling menentang tidak pilkada langsung ini balik ke DPRD, siapa? Lembaga survei," kata dia, di sela Perayaan HUT kedelapan Partai NasDem, di JX Internasional, Surabaya, Sabtu (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surya mengatakan setuju dengan hal itu selama sesuai konsensus dan kehendak rakyat.
[Gambas:Video CNN]
"Atau harus memaksakan sebaliknya, pilkada yang seperti ini harus berubah, menjadi pilkada yang langsung dipilih oleh DPR, tidak juga begitu," sambungnya.
Surya pun meminta seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif membahas wacana ini sebagai diskursus atau ajang pertukaran ide.
"Saya pikir ini bagus untuk membangun peran partisipasi publik yang lebih terlibat, dalam perubahan yang cukup strategis bagi seluruh tatanan kehidupan kebangsaan kita, termasuk masalah-masalah pilkada pemilu dan sebagainya," ungkapnya.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengatakan berencana melakukan evaluasi terhadap pilkada langsung. Menurutnya pilkada secara langsung menimbulkan biaya tinggi dan memicu potensi korupsi kepala daerah.
Salah satu opsi yang disodorkannya adalah pilkada asimetris, yakni pilkada langsung hanya digelar di beberapa wilayah yang dianggap punya indeks kedewasaan berdemokrasi yang signifikan. Yang lainnya digelar di DPRD.
Diketahui, sejumlah lembaga survei kerap merilis tingkat elektabilitas atau keterpilihan para kandidat di daerah serta sebagiannya memberi jasa konsultasi politik.
(frd/arh)