Dari informasi yang dihimpun, pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, diketahui berinisial RMN alias Dedek. Pria kelahiran Medan, 11 Agustus 1995, ini masih berstatus sebagai pelajar/mahasiswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggeledahan juga dijaga polisi-polisi bersenjata laras panjang. Warga yang tinggal di sekitar rumah terduga pelaku langsung keluar rumah. Mereka tak percaya pelaku bom bunuh diri berinisial RMN itu terlibat.
Polisi berjaga di Mapolrestabes Medan pascaledakan. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi) |
Dia mengaku Pelaku RMN selama ini dikenal sangat baik. Fahrizal juga membenarkan RMN bekerja sebagai tukang ojek daring.
"Enggak menyangka kami, sia-sia kali hidupnya ah," cetus dia.
"Dia dulu adik kelas saya. Padahal orangnya baik, enggak nyangka juga dia bisa jadi pelaku bom bunuh diri," jelasnya.
Ia mengatakan Dedek juga jarang kelihatan sejak menikah setahun yang lalu. Istri Dedek sendiri diketahui berjualan di kawasan Marelan.
[Gambas:Video CNN]
"Kalau dibilang dia enggak bergaul, enggak juga. Tapi dia memang sering di rumah ketimbang nongkrong dengan pemuda sekitar," pungkasnya.
Sebelumnya, kepolisian memastikan pelaku bom bunuh diri tersebut tewas.
"Jadi satu korban pelaku, enam orang anggota luka ringan," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja seperti disiarkan CNN Indonesia TV, Rabu (13/11).
Ledakan terjadi di dekat kantin Polrestabes serta tempat pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Saat itu warga sedang ramai mengurus SKCK sebagai persyaratan seleksi CPNS 2019 yang baru saja dibuka kemarin.
Enam orang menjadi korban dan mengalami luka ringan akibat bom bunuh diri di Polrestabes Medan itu. Enam orang itu yakni empat orang anggota polisi, satu PHL, dan satu masyarakat. Keenam korban saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sumatera Utara. (fnr/dis/arh)
Polisi berjaga di Mapolrestabes Medan pascaledakan. (