Gabung Gelora Hari Ini, Demiz Disebut Fahri Pendiri Partai

CNN Indonesia | Sabtu, 09/11/2019 18:55 WIB
Gabung Gelora Hari Ini, Demiz Disebut Fahri Pendiri Partai Fahri Hamzah penggagas Partai Gelora saat ditemui di sela-sela acara konsolidasi Partai Gelora di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (9/11). (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggagas Partai Gelombang Rakyat (GeloraFahri Hamzah mengatakan bahwa mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar merupakan salah satu pendiri Partai Gelora.

Menurutnya, Deddy telah berdiskusi tentang pendirian Partai Gelora dengan pihaknya sejak lama.

"Bisa dibilang demikian (pendiri), karena diskusi kita dengan beliau (Deddy) cukup lama," kata Fahri saat ditemui di sela-sela acara konsolidasi penggagas Partai Gelora di salah satu hotel di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (9/11).

Fahri dia telah menjalin hubungan dengan Deddy sejak menyandingkan Deddy dengan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan alias Aher di Pilkada Jawa Barat 2013.


Kala itu, Fahri mengaku bersama Anis Matta --Presiden PKS saat itu-- mengaku melakukan pendekatan terhadap Deddy untuk jadi calon wakil gubernur Jawa Barat di Pilkada 2013.

Diskusi itu, lanjutnya, terus berlanjut dalam jangka waktu yang panjang. Bahkan, Fahri mengaku sempat berusaha membela Deddy saat PKS menolak Deddy untuk bergabung.

Fahri menyebut komunikasi itu kemudian terus berlanjut selama lima tahun terakhir, termasuk mengenai pendirian Partai Gelora.

"Waktu dia kayak ditolak oleh PKS itu saya membuat tulisan yang istilahnya yang membela dia (Deddy), orang sebaik ini kok dibuang? Nah rupanya diskusinya berlanjut," ujar mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Deddy rencananya akan menandatangani akte tanda bergabung dengan Partai Gelora pada hari ini. Ia mengaku telah mengirimkan surat pengunduran diri dari Partai Demokrat ke Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sosok yang terakhir menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Demokrat Jawa Barat itu pun memilih mengajukan pengunduran diri dari Demokrat lewat surat karena sulit bertemu SBY.

"Agak sulit ketemu beliau, jadi pakai surat saja," kata Deddy saat dihubungi wartawan pada Jumat (8/11).



(mts/vws)