Johnny Plate: Aspirasi Daerah Minta Surya Paloh Pimpin Nasdem

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 19:57 WIB
Johnny Plate: Aspirasi Daerah Minta Surya Paloh Pimpin Nasdem Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G Plate. (CNN Indonesia/ Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menyebut Surya Paloh masih digadang-gadang menjadi ketua umum parpol tersebut untuk periode selanjutnya.

Namun, ia menjelaskan dalam Kongres II partai, nantinya akan dijalankan mekanisme demokrasi dalam pemilihan orang nomor satu dalam partai.

"Hingga hari ini memang aspirasi yang berkembang dari daerah itu masih dominan minta agar ketua umum sekarang Bapak Surya paloh untuk dimintakan sekali lagi kesediaannya untuk memimpin Nasdem 2019-2024," kata Plate kepada wartawan saat ditemui sebelum Kongres dimulai.


Namun, dirinya menegaskan tidak dapat mengklaim secara sepihak posisi tersebut kembali diduduki Surya Paloh pada periode mendatang.


Selain itu, kata dia, partai memerlukan diskusi untuk memikirkan mengenai rotasi dan juga regenerasi kepemimpinan untuk periode selanjutnya.

"Karena kami ingin juga agar partisipasi perempuan dan milenial itu mendapat tempat dan perhatian di dalam agenda politik Nasdem 5 tahun ke depan," ujar Plate.

Dalam Kongres II Partai NasDem yang dilaksanakan selama tiga hari di JIExpo Kemayoran, Plate menyebut partainya akan mendiskusikan mengenai format struktur partai.

"Agar mobilitas partai NasDem untuk bergerak menjadi partai yang modern dalam rangka transformasi organisasi, dalam rangka regenerasi, dan kaderisasi internal nasdem harus ada ruangnya. dan itu dimulai dari struktur organisasi," imbuh Plate.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, Plate yang saat ini juga menjabat sebagai Menkominfo dalam Kabinet Indonesia Maju bentukan Jokowi menjelaskan dirinya siap jika dipilih kembali sebagai sekjen partai tersebut.

Menurut dia, Jokowi akan mendapat keuntungan bila memiliki anggota kabinet yang merupakan pengurus partai. Selain itu, kata Plate, keberadaannya dapat membuat sinergi antara kebijakan pemerintah dan partainya.

"Keuntungannya bagi anggota kabinet yang juga pengurus partai adalah memahami betul arah politik parpol," jelasnya.

(mjo)