Pihak istana belum mengumumkan secara resmi ke-6 tokoh yang akan diberikan gelar pahlawan nasional tersebut. Namun dari sejumlah informasi yang bisa terkonfirmasi, di antara keenam tokoh tersebut ada nama jurnalis asal Sumatra Barat Ruhana Kuddus dan dua tokoh asal Yogyakarta: Prof KH Abdul Kahar Mudzakir dan Prof Dr Sardjito yang merupakan tokoh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
"Kita akhirnya sampai pada kesimpulan tahun ini enam saja. Jadi enam dari dua puluh yang diajukan," Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Negara Jimly Asshiddiqie saat dikonfirmasi, Kamis (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah dapatkan surat undangan untuk penganugerahan gelar di Istana Negara, Jumat (8/11). Suratnya sudah disampaikan ke gubernur dan ahli waris," kata Kepala Dinas Sosial Sumbar, Jumaidi di Padang, Kamis (7/11) dikutip Antara.
"Iya betul," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Untung Sukaryadi saat dimintai konfirmasi di Yogyakarta, Kamis (7/11).
Kiai Haji Abdul Kahar Mudzakir lahir di Kotagede, Yogyakarta pada 1908 dan wafat pada 2 Desember 1973. Dia dikenal sebagai perintis Universitas Islam Indonesia (UII) serta sempat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Sementara itu, Profesor Dr Sardjito merupakan perintis serta rektor pertama UGM pada 1950-1961, lalu menjabat sebagai rektor di UII pada 1961-1970. Selama ini, nama Sardjito juga telah diabadikan sebagai nama rumah sakit umum pusat di Yogyakarta.
[Gambas:Video CNN]
Tahun lalu Jokowi memberikan gelar pahlawan kepada enam orang. Mereka yang menerima penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2018 antara lain, Abdurrahman Baswedan, IR H Pangeran Mohammad Noor, Agung Hajjah Andi Depu, Depati Amir, Kasman Singodimedjo, dan Brigjen KH Syam'un.
(fra/arh)