"Muhammadiyah enggak terlibat politik praktis, hingar bingar, tarik menarik. Kita high politic. Kecewa, pasti," kata Fahmi dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (26/10).
Lebih lanjut lagi Fahmi menambahkan kekecewaan yang sama pun dirasakan Nahdatul Ulama (NU) karena perwakilan organisasi itu tak menduduki kursi di Kementerian Agama. Diketahui, Jokowi justru memilih Fachrul Razi yang berlatar belakang militer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Fahmi menilai terpilihnya Nadiem sebagai Mendikbud juga seperti menganggap sumbangsih Muhammadiyah tidak ada apa-apanya dengan Gojek.
"Tujuan pendidikan beriman, bertakwa, berkarakter, bukan cuma teknologi. Lucu menyimak statement 'Saya lebih mengerti apa yang akan ada di masa depan kita karena saya bidangnya', gimana bisa memprediksi peluang tekno dalam pendidikan?" ujarnya.
Diketahui, Nadiem terpilih menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju oleh Jokowi setelah sebelumnya dipanggil Presiden ke Istana.
"Saya panggil mas saja, karena masih muda. Mas Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," ucap Jokowi, Rabu (23/10).
[Gambas:Video CNN] (els/asa)