Hal itu ia sampaikan usai tak ada kader PAN yang ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk datang ke Istana guna mengisi kursi kabinet dua hari belakangan ini.
"Kami insya Allah akan berada di luar pemerintahan," kata Hanafi di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Hanafi menyatakan PAN akan menjadi antitesis dari pemerintahan Jokowi ke depannya guna mengawal proses check and balance di parlemen.
"Karena tentu yang sekarang in charge sebagai pemerintah adalah pak Jokowi dan seluruh partai koalisinya ya tentu mereka lebih berhak," tambah Hanafi.
Terkait sikap Partai Gerindra yang bergabung ke pemerintahan Jokowi, Hanafi menghargai keputusan tersebut. Diketahui, PAN dan Gerindra sendiri pernah sebagai mitra koalisi di Pilpres bersama PKS dan Demokrat
Menurutnya, keputusan mengenai siapa yang dipilih sebagai menteri tak perlu ikut campur dan sudah merupakan hak prerogatif presiden.
"Urusan menteri memang sudah urusan prerogatif presiden. jadi ya sudah, kami hargai semua keputusan politik dari masing-masing partai," kata Hanafi.