Slamet mengatakan pihaknya menuruti hasil Ijtimak Ulama 4 yang menolak hasil Pilpres 2019 karena berbagai dugaan kecurangan.
"PA 212 berpegang pada hasil Ijtima ulama 4 salah satu poin utamanya menolak kekuasaan yang dihasilkan dari kecurangan dan kezaliman serta menjaga jarak dengan kekuasaan tersebut," kata Slamet melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Minggu (20/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan PA 212 akan terus menjadi kelompok yang melawan pemerintah zalim. Bahkan mereka tak akan merapat ke Jokowi meski calon presiden dan wakil presiden yang selama ini mereka dukung, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, mendukung pemerintahan Jokowi.
"Kami menyayangkan keputusan Prabowo Subianto yang pastinya melukai perasaan pendukungnya, termasuk emak-emak militan," tutur Slamet.
[Gambas:Video CNN]
MPR RI melantik presiden dan wakil presiden terpilih Pilpres 2019, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, hari ini. Jokowi-Ma'ruf resmi menjadi presiden dan wakil presiden terpilih setelah mengalahkan Prabowo-Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.
Saat itu, Jokowi-Ma'ruf meraih 85.607.362 suara atau 55,5 persen suara sah. Sementara Prabowo-Sandi meraih 68.650.239 suara atau 45,5 persen.