Saat digeledah, polisi menemukan bom yang berbahan daya ledak tinggi. Bom itu mengandung racun berdaya bunuh 100 orang.
"Bom yang sudah disiapkan untuk digunakan oleh pengantin ini memiliki daya ledak tinggi atau high explosive," kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi menjelaskan targetan bom bunuh diri di Cirebon ini ialah Mako Polri di Cirebon. Dari penggeledahan, polisi banyak menemukan barang bukti seperti sepeda motor, HP, kartu ATM, senjata tajam dan berbagai buku.
Selain itu, ditemukan juga bahan seperti paku dan gotri. Bahan ini disebut Dedi adalah bahan yang kerap digunakan oleh jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dalam melancarkan aksinya.
"Bahan campuran bom kekhasan JAD ada paku baut gotri namun sekarang tambahan bahan kimia yang bisa membahayakan manusia," ujar dia.
Dedi menuturkan aksi dari keduanya tidak ada hubungan dengan pelantikan presiden tanggal 20 Oktober mendatang. Polisi sudah memitigasi kemungkinan pergerakan yang akan terjadi.
"Tidak ada keterkaitan dengan penggagalan proses pelantikan presiden. Mereka belum ditemukan jejak upaya amaliyah di pelantikan presiden," tegas dia.