Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur mengatakan kebijakan itu mengikis kepercayaan publik kepada Jokowi dalam isu HAM. Mengingat di awal pemerintahannya pada 2014 publik sempat berpikir bahwa Jokowi adalah orang bersih.
"Ketika Pak Jokowi di Nawacita berjanji mengungkap pelanggaran HAM masa lalu, keluarga (korban) mulai percaya, masyarakat mulai percaya Pak Jokowi orang bersih," kata Isnur saat ditemui usai diskusi Habis Gelap Terbitlah Kelam di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, keputusan Jokowi mengangkat Jaksa Agung dari partai politik juga menjadi cermin ketidakseriusan dalam penuntasan kasus HAM masa lalu. Padahal kejaksaan memegang ranah penyidikan kasus HAM.
"Kejaksaan selalu menolak berkas penyelidikan dari Komnas HAM menuju kejaksaan, harusnya enggak boleh," tutur dia.
"Bagaimana tuntutan korban penculikan di masa lalu menuntut Pak Prabowo dibawa ke pengadilan HAM? Bisa enggak Pak Jokowi membawanya? Dalam presume saya, Pak Jokowi enggak akan berani," ucap dia.
[Gambas:Video CNN] (dhf/osc)