Dirreskrimum Polda Papua Kombes Toni Harsono didampingi Kabid Humas Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, Senin (9/9), mengakui saat ini 18 orang sudah ditangkap dan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif.
Dari razia tersebut polisi menyita berbagai jenis senjata tajam, atribut Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan dokumen. Toni belum bisa memastikan apakah 18 orang yang ditangkap tersebut seluruhnya berstatus mahasiswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razia terakhir yang dilakukan Polres Jayapura Kota di Rusun Uncen, awal Agustus lalu, berhasil mengamankan 46 unit sepeda motor.
"Sangat kecil kemungkinan mahasiswa yang sebelumnya kuliah di berbagai kota di Indonesia bisa melanjutkan studinya di berbagai perguruan tinggi di Papua," kata Apolo usai bertemu Kapolda Papua Irjen Rudolf Rodja di Jayapura.
Dikatakan Apolo daya tampung Uncen terbatas, bahkan saat ini dipaksakan agar dapat menerima 6.000 mahasiswa dari daya tampung hanya 4.000 mahasiswa.
Selain daya tampung terbatas, untuk pindah kampus ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi mahasiswa yang bersangkutan.
Purek III Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Isak Rumbarar menambahkan pihaknya sudah meminta Kapolda Papua memfasilitasi pertemuan dengan gubernur, bupati dan Forkopimda guna mencari solusi atasi mahasiswa Papua yang pulang.
Irjen Rudolf mencatat sedikitnya 700 mahasiswa asal Papua yang sebelumnya kuliah di berbagai kota di Indonesia kembali ke Jayapura. Terbanyak berasal dari mahasiswa yang belajar di Manado yakni sekitar 300 orang.
"Jangan mudah terpengaruh karena yang rugi kalian sendiri. Ini akan merugikan mereka sendiri," kata Rudolf.
[Gambas:Video CNN] (wis)