Polisi Sebut 5 Warga Papua Tewas Usai Perampasan Senpi TNI

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 31/08/2019 19:02 WIB
Polisi Sebut 5 Warga Papua Tewas Usai Perampasan Senpi TNI Ilustrasi penembakan. (Istockphoto/ra-photos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menyebut kematian lima warga sipil yang diduga sebagai pedemo terjadi sesaat setelah aksi perampasan 10 senjata api (senpi) milik TNI AD, di Deiyai, Papua.

"Memang ada lima warga sipil yang meninggal pascademo di Deiyai, Rabu (28/8), yang berakhir rusuh dan diduga terjadi setelah pendemo merampas 10 pucuk senpi hingga menewaskan satu anggota TNI AD," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Tony Harsono, di Jayapura, Sabtu (31/8) dikutip dari Antara.

Menurut dia, sempat terjadi kontak tembak setelah senpi milik TNI dikuasai pedemo. Tony menduga kemungkinan ada warga yang terkena tembakan.


Dikatakan, awalnya aksi demo yang dilakukan 100 warga di Deiyai berlangsung aman, namun tiba-tiba ribuan orang tiba-tiba datang dan ada yang langsung menyerang aparat keamanan serta mengambil senpinya.

"Akibatnya kontak senjata tidak dapat dihindari hingga jatuhnya korban jiwa," kata Tony Harsono, seraya menambahkan bahwa ada kemungkinan korban meninggal akibat ditembak warga yang mengambil senpi TNI.

"Saat ini kita melakukan penegakan hukum dan seluruh kemungkinan sedang didalami, " kata Direskrimum Polda Papua.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal menambahkan kondisi empat anggota Polri yang terluka dalam insiden di Deiyai sudah makin membaik.

"Mereka dirawat di Timika, demikian pula dua anggota TNI AD," kata Kombes Kamal.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja menyebut kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Rabu (28/8), menewaskan tiga orang, yakni dua warga sipil dan seorang anggota TNI AD.

[Gambas:Video CNN] (arh/arh)