"Memang ada lima warga sipil yang meninggal pascademo di Deiyai, Rabu (28/8), yang berakhir rusuh dan diduga terjadi setelah pendemo merampas 10 pucuk senpi hingga menewaskan satu anggota TNI AD," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Tony Harsono, di Jayapura, Sabtu (31/8) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibatnya kontak senjata tidak dapat dihindari hingga jatuhnya korban jiwa," kata Tony Harsono, seraya menambahkan bahwa ada kemungkinan korban meninggal akibat ditembak warga yang mengambil senpi TNI.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal menambahkan kondisi empat anggota Polri yang terluka dalam insiden di Deiyai sudah makin membaik.
"Mereka dirawat di Timika, demikian pula dua anggota TNI AD," kata Kombes Kamal.
Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja menyebut kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Rabu (28/8), menewaskan tiga orang, yakni dua warga sipil dan seorang anggota TNI AD.
[Gambas:Video CNN] (arh/arh)