Al Araf menyampaikan hal tersebut saat diskusi tentang Menguak Dalang Makar 22 Mei yang diadakan di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).
"Ya suatu upaya (makar) yang gagal karena membaca kondisi objektif tidak utuh, ada satu syarat yang enggak terpenuhi yakni krisis ekonomi," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selebihnya, Al Araf juga menilai makar yang gagal itu karena solidnya TNI dan Kepolisian RI dalam melakukan pengamanan. Di tubuh TNI pun rasa solid sudah terbentuk sehingga tidak bisa terpecah dengan isu yang menyebut jika TNI terpecah belah.
Diketahui Polri sudah menetapkan enam tersangka kerusuhan. Keenam orang itu diringkus terkait kepemilikan senjata api yang akan digunakan dalam aksi kerusuhan pada 21-22 Mei pekan lalu.
Polisi juga menguak para tersangka itu berencana melakukan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional yang terdiri dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen Gories Mere.
[Gambas:Video CNN] (gst/dal)