Sandi Ungkap Pertemuan Prabowo-JK, Ada Bahas Soal 22 Mei

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 14:37 WIB
Sandi Ungkap Pertemuan Prabowo-JK, Ada Bahas Soal 22 Mei Calon wakil presiden Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengungkapkan pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan calon presiden Prabowo Subianto hanya komunikasi politik biasa. Meski begitu, Sandi juga menyebut memang ada pembahasan soal aksi 22 Mei lalu.

Sandi menyebut perbincangan antara Prabowo dan Jusuf Kalla kemarin bermacam-macam, salah satunya terkait dampak ekonomi yang terjadi pasca kerusuhan 22 Mei.

Masyarakat yang kecewa dengan hasil Pemilu 2019 karena diduga banyak kecurangan, menurut Sandi, melakukan pemberontakan. Salah satunya dengan jalur demonstrasi ke depan Gedung Bawaslu.


"Harapan-harapan kita bahwa apa yang ditemukan penyimpangan-penyimpangan, kekecewaan masyarakat disuarakan melalui aksi damai ini tidak menjadi salah satu penghambat masalah ekonomi kita. Karena ekonomi kita jangan sampai berdampak," kata Sandi di Masjid At Taqwa, Jakarta Selatan, Jumat (24/5).

Sandi mengungkapkan dalam pertemuan itu Prabowo juga menjelaskan akan selalu menempuh jalur konstitusional. Pertemuan dengan Jusuf Kalla pun menjadi salah satu langkah konstitusi yang ditempuh Prabowo, mengingat Jusuf Kalla adalah wakil pemimpin negara.

"Tentunya itu adalah bagian dari komunikasi politik. Pak Prabowo menyampaikan bahwa ini langkah yang akan ditempuh sesuai dengan undang-undang, koridor, sesuai dengan tahapan konstitusi," jelas Sandi.

"Pak Prabowo juga menyampaikan, yang tentunya terus disampaikan kepada masyarakat, bahwa langkah-langkah ke depan itu harus selalu dalam koridor tentram, aman, damai," sambungnya.

Meski begitu, Sandi menjelaskan hingga saat ini belum ada rencana terkait pertemuan lanjutan antara Prabowo dengan Presiden Jokowi. Sandi hanya menyebut bahwa pertemuan Prabowo dengan JK adalah simbol bahwa komunikasi di antara keduanya masih berjalan dengan baik.

"Belum ada rencana ini, hanya tentunya sebuah pertemuan yang dirancang untuk melakukan komunikasi agar tidak tersendat komunikasi-komunikasi langsung antara tokoh bangsa," kata dia.

(tst/wis)