Tensi Pilpres Tinggi, Zulhas Minta JK Turun Tangan

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 14:57 WIB
Tensi Pilpres Tinggi, Zulhas Minta JK Turun Tangan Zulkifli Hasan bertemu Jokowi di Istana Bogor, Rabu (22/5). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyatakan telah menyampaikan beberapa poin penting kepada Presiden Joko Widodo saat diundang ke Istana Bogor, Rabu (22/5) kemarin.

Salah satunya, Zulhas, begitu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini biasa disapa, menyampaikan agar para pejabat tinggi negara menyampaikan keadaan dan kondisi bangsa usai pemilihan presiden atau pilpres 2019 dengan cara yang menyejukkan.

"Dan itu sebaiknya dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla," katanya lewat akun twitter pribadi @ZUL_Hasan, Kais (23/5).


Selain itu, Zulhas juga meminta Jokowi agar pemerintah dan penegak hukum menghentikan narasi makar dan penangkapan ulama serta tokoh.


Zulhas juga menyampaikan agar aparat keamanan tidak represif dalam menangani unjuk rasa dan penyampaikan aspirasi.



Lebih lanjut, Zulhas mengaku menyanggupi undangan Jokowi ke Istana Bogor karena suhu politik usai pemiliu 2019 yang cenderung memanas.

"Saya merasa perlu untuk menyampaikan beberapa hal yang saya anggap penting secara langsung kepada presiden," katanya.


Usai bertemu dengan Jokowi, Rabu (22/5) siang, Zulhas mengklaim tidak membahas koalisi usai pilpres 2019. Ia mengatakan silaturahmi menjadi salah satu kunci untuk mencari jalan keluar bersama. Ia lantas mencontohkan pertemuan dengan Jokowi adalah upaya mencari solusi bersama.

"Tentu silaturahmi seperti ini. Kalau ketemu, pasti ada solusi jalan keluar. Kalau tidak tentu akan sulit. Jadi yang Indonesia menang apabila bisa menjahit kembali merah putih," katanya.

Selain dengan Zulhas, Jokowi juga bertemu Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Bogor.

[Gambas:Video CNN] (dal/DAL)