Hilang Usai Aksi 22 Mei, Saroh Cari Anaknya ke RS Tarakan

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 16:29 WIB
Hilang Usai Aksi 22 Mei, Saroh Cari Anaknya ke RS Tarakan Korban aksi 22 Mei di RSUD Tarakan. (ANTARA FOTO/Ari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saroh, laki-laki paruh baya ini menyambangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan karena belum berhasil menghubungi anaknya, Dian Masyhur yang ikut di dalam aksi 22 Mei.

Saroh mengaku sudah hilang kontak dengan anaknya sejak kemarin dan hingga kini masih belum mendapatkan kabar tentang keberadaan puteranya itu.

"Kan dari kemarin belum pulang, takutnya dia ngikut (aksi 22 Mei), kan kita enggak tahu, gitu," kata Saroh saat ditemui di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).


Saroh mengungkapkan anak bungsunya itu sempat berpamitan untuk mengikuti acara pengajian pada Rabu kemarin di daerah Petamburan sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, sejak pukul 10.00 WIB, puteranya itu tak bisa dihubungi.


Kepada Saroh, putranya juga mengaku tak akan mengikuti aksi.

"Enggak bilang dia, enggak ikut demo dia," ujarnya.

Sementara itu, kakak Dian, Muhidin menuturkan bahwa adiknya itu sempat mampir ke rumah saudaranya untuk meminjam helm.

Selain itu, dikatakan Muhidin, dirinya mendapat informasi bahwa adiknya sempat mengirim pesan lewat WhatsApp kepada temannya dan mengatakan sedang berada di Petamburan.

"Infonya sih WhatsApp-an sama temannya posisi lagi di lokasi, di Petamburan," ucap Muhidin.


Muhidin juga menyampaikan dari informasi yang diperolehnya, Dian pergi bersama temannya. Saat ini, sambung Muhidin, teman dari Dian tersebut juga masih belum bisa dihubungi.

"Temennya juga udah enggak bisa dihubungi, orang tuanya lagi mencari juga," tuturnya.

Lebih lanjut, Saroh dan Muhidin menyebut bakal terus mencari keberadaan Dian. Sebab dari daftar nama korban di RSUD Tarakan, nama Dian tidak tercantum di dalamnya.

[Gambas:Video CNN] (dis/DAL)