Moeldoko: Mulai Hari Ini, TNI Diterjunkan

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 13:18 WIB
Moeldoko: Mulai Hari Ini, TNI Diterjunkan Massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat berunjuk rasa di depan gedung Bawaslu jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, rabu (22/5). CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan diterjunkan untuk mengamankan aksi hari ini. Rencananya, TNI akan membantu Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang sudah bersiaga sejak Selasa (21/5).

"(Kemarin) TNI belum banyak digunakan karena teman-teman kepolisian yang bisa mengatasi. Mulai hari ini, TNI diterjunkan," jelas Moeldoko, Rabu (22/5).

Moeldoko menjamin pengamanan TNI tidak akan melibatkan senjata tertentu. Adapun, keterlibatan TNI sebagai strategi aparat keamanan untuk mengeliminasi perkembangan aksi yang berlangsung sejak kemarin tersebut.


Moeldoko yakin bahwa aksi massa ditunggangi oleh kelompok tertentu yang sengaja membuat kericuhan. "Pasti upaya kami adalah mengeleminasi dari perkembangan itu. Apakah dari tataran politik atau taktikal di lapangan. Pasti akan ada upaya-upaya ke arah sana," jelas dia.


Moeldoko: Mulai Hari Ini, TNI DiterjunkanMoeldoko. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Moeldoko juga mengatakan eskalasi kerusuhan diperkirakan akan memuncak hari ini, namun ia berharap hal tersebut bisa segera dituntaskan setelah TNI dan Polri terjun pada hari ini.

"Sesuai dengan ekspektasi kami, eskalasi tertinggi terjadi hari ini," kata dia.

'Penumpang gelap' yang dituding Moeldoko diakuinya didapat setelah aparat keamanan mengamankan tiga orang yang ditangkap terkait penyelundupan senjata laras panjang. Ketiga orang itu disebutnya memiliki peran berbeda. Satu oknum bertugas mencari senjata, satu orang menyediakan senjata, dan satu orang bertindak sebagai eksekutor.

"Dan eksekutor ini terhadap siapa? Saya kira semua sudah tahu, pada pejabat yang sudah disiapkan sebagai sasaran," terang Moeldoko, Rabu (22/5).

Hanya saja, Moeldoko tak menyebut siapa pejabat yang disasar. Selain itu, aparat juga masih mendalami nama kelompok yang menaungi tiga tersangka tersebut.

Kericuhan terjadi sejak Selasa (21/5) malam hingga Rabu pagi dan menjalar ke Tanah Abang dan wilayah lain. Hingga siang ini kericuhan masih terjadi bahkan menelan korban jiwa. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berusaha menenangkan warga dan memastikan kondisi ibu kota aman untuk beraktivitas.

(glh/ain)