Waketum PAN Kritik Klaim Kemenangan Prabowo Tanpa Data Valid

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 14:17 WIB
Waketum PAN Kritik Klaim Kemenangan Prabowo Tanpa Data Valid Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan meminta Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso tidak membuat klaim kemenangan tanpa data yang valid.

"Jangan kita melakukan klaim kemenangan tapi tanpa data valid dan kredibel," ujar Bara di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/4).

Djoko Santoso kemarin mengklaim Prabowo-Sandi mengoleksi 80 persen suara pada Pilpres 2019. Namun, ia berkata perolehan suara Prabowo-Sandi menyusut menjadi 62 persen karena dicurangi.


"Kalau tidak dicurangi bisa 75 persen atau 80 persen," ujar Djoko di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (24/4).

"Mereka secara masif, terencana, sistematik, dan brutal. Namun demikian, masis tersisa suara 62 persen. Dan itulah Prabowo-Sandi menyatakan kemenangan setelah dicurangi," ujarnya menambahkan.

Bara sendiri mengaku lebih percaya dengan hasil hitung cepat pilpres yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei. Meski tak menyebut bahwa paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang, ia berkata hitung cepat yang dilakukan lembaga survei memiliki tingkat akurasi tinggi.

Ia berkata akurasi lembaga survei dalam memprediksi hasil pemilu sudah dibuktikan dalam berbagai pemilu.

"Hampir bisa dikatakan akurasinya 90 persen sama dengan hasil Komisi Pemilihan Umum," ujarnya.

Lebih lanjut Bara meminta Djoko untuk tidak memanaskan suasana usai pemungutan suara. Menurut Bara seharusnya Djoko memberi pengertian kepada pendukung Prabowo-Sandi agar menerima hasil yang ada.

"Jadi harus menempatkan kepentingan bangsa dan menghormati proses demokrasi yang masih berlangsung," ujar Bara. (jps/wis)