Bupati Madina Sebut Hoaks Penista Agama Picu Jokowi Kalah

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 06:25 WIB
Bupati Madina Sebut Hoaks Penista Agama Picu Jokowi Kalah Calon presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Medan, CNN Indonesia -- Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution akhirnya buka suara terkait kekalahan Jokowi di wilayahnya dan pengunduran dirinya. Politikus dari NasDem itu menyebut kekalahan Jokowi di daerahnya disebabkan oleh fitnah terhadap calon presiden nomor urut 01 itu.

"Fitnah yang menyerang Pak Jokowi begitu berpengaruh pada perolehan suara di Madina. Sehingga perolehannya begitu rendah," kata Dahlan, Senin (22/4).

"Ada kelompok-kelompok yang diduga dengan sengaja terus menyudutkan Pak Jokowi dengan segala tuduhan. Termasuk hoaks yang terus menyerang. Saya tidak mau suudzon kepada siapa. Saya sedih Pak Presiden tetap disudutkan dari segi agama, sebagai penista agama," ujarnya.


Dahlan berkata fitnah tersebut sama sekali bertolak belakang dengan kenyataan. Jokowi, kata dia, selalu mendukung kegiatan beragama. Pembangunan rumah ibadah digenjot. Kegiatan agama tidak pernah dilarang.

"Rukun Islam kan lima, pertama mengucap dua kalimat syahadat kan tidak ada dilarang negara ini mengucap kalimat syahadat. Kedua mendirikan salat, tidak ada dilarang malah pemerintah hadir memperbaiki berbagai rumah ibadah," ucap dia.

Kemudian yang ketiga, kata Dahlan, saat bulan Ramadan, masyarakat bisa berpuasa. Selain itu, pemerintah juga disebutnya aktif untuk mengajak Muslim dan non-Muslim menghormati bulan Ramadan. Pemerintah juga disebutnya hadir dalam masalah zakat.

"Yang terakhir haji. Sampai yang kecil-kecilnya diurusi. Jadi agama mana yang dinista itu, sedikit-sedikit penista agama. Jadi di situ saya tidak menerima," kata Dahlan.

Dahlan bahkan mengaku kecewa terhadap masyarakat yang seperti tak menghargai kinerja Jokowi.

"Kalau saya kan seorang pejuang saya , dan saya orang yang bisa menimbang mana baik dan mana yang benar, saya lihat yang diperbuat pak presiden itu sudah benar. Dan termasuk berbagai bantuan Pak Presiden itu untuk Madina cukup banyak," kata Dahlan.

Dahlan menegaskan pengunduran dirinya itu bukan karena tekanan menantu Jokowi yakni Bobby Nasution yang merupakan warga asli Kabupaten Madina.

Kabar mengenai tekanan yang dialami Dahlan memang sempat beredar luas. Dahlan menegaskan dirinya bukan orang yang bisa ditekan. 

"Saya orang enggak ada takut dengan siapapun. Saya jernih berpikir saya memakai akal pikiran saya, memakai kalbu saya karena saya tidak pernah takut siapapun kecuali pada Allah," ujarnya. 

Dahlan juga tidak merasa pengunduran dirinya adalah bentuk pengkhianatan terhadap masyarakat yang sudah percaya kepadanya.

Terpisah, Presiden Jokowi disebut telah menolak pengunduran diri Bupati Madina. Bahkan Jokowi langsung menelepon Dahlan lewat sang menantu Bobby Nasution pada Minggu (21/4) malam.

Hal itu dibenarkan oleh Marganti Batubara, Ketua DPRD Madina yang langsung menemui Dahlan.

Dari pertemuan itu, Dahlan mengaku sudah ditelepon Presiden Joko Widodo. Namun Presiden menghubungi melalui sambungan telepon Bobby Afif Nasution, menantunya. Pengunduran diri itu langsung ditolak.

"Jadi sudah langsung semalam Pak Presiden menelepon, enggak usah resah lagi, itu tidak diterima suratnya. Pak Dahlan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memenangkan Jokowi. Tapi itulah kita mau bagaimana lagi," kata Marganti yang berasal dari fraksi Partai Hanura itu.
[Gambas:Video CNN] (fnr/wis)