FOTO: Luka-luka Ibu Bumi

Bisma Septalisma, CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 09:34 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Serbuan polusi dan pencemaran oleh manusia pada air, udara dan tanah semakin membuat bumi kian panas dan tak lagi ramah.

Laporan kualitas udara dunia 2018 AirVisual IQAir menyebutkan Jakarta sebagai kota terpolusi di Asia Tenggara dengan indikasi konsentrasi rata-rata tahunan particulate matter (PM) 2,5 pada 2018 mencapai 45,3 µg/m3, sedangkan batas aman tahunan menurut WHO adalah 10 µg/m3. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Polusi udara sendiri menimbulkan efek rumah kaca, yaitu panas yang dipantulkan permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas yang berada di atmosfer. Panas tersebut tidak dapat diteruskan ke luar angkasa sehingga dipantulkan kembali ke permukaan bumi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Hal tersebut menimbulkan pemanasan global di permukaan bumi, perubahan cuaca yang begitu ekstrem, serta mengakibatkan es di kutub mencair sehinggga permukaan air laut naik. Pada akhirnya rentan terjadi abrasi di daerah pesisir. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Tak cuma melalui udara, pencemaran sampah, terutama plastik, juga tidak kalah memprihatinkan. Berdasarkan data dari ScienceMag, pada 2015 produksi sampah sudah berada di angka 381 juta ton per tahun. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Forum Ekonomi Dunia pada 2016 menyatakan ada lebih dari 150 juta ton plastik berada di lautan. Padahal plastik memerlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk bisa terurai. Plastik bakal terakumulasi terus dan terus di laut. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Tidak hanya berasal dari sampah plastik, polusi yang berasal dari pembuangan limbah pabrik turut menjadi ancaman serius bagi lingkungan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Limbah elektronik juga perlu diwaspadai karena mengandung banyak material beracun dan berbahaya bagi lingkungan, seperti logam berat (merkuri, timbal, kromium, kadmium, arsenik, perak, kobalt, palladium, tembaga dan lainnya). (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
'Produksi' sampah yang terus meningkat ini sendiri tidak lepas dari pola hidup manusia yang konsumtif. Bahkan sampah tersebut lebih dominan berasal dari sampah rumah tangga. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jumlah tersebut akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah kebutuhan manusia yang kian hari terus bertambah. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Peran serta seluruh pihak sangat diperlukan dalam penanggulangan masalah pencemaran lingkungan. Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta kebijakan pemerintah mengenai regulasi sampah jadi faktor krusial dalam menyelesaikan masalah tersebut. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Pesan pada Hari Bumi ini adalah meminimalisir dampak pencemaran lingkungan, sehingga tercipta keseimbangan untuk mencegah kepunahan makhluk di Bumi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)