KPU Sebut Keterlambatan Logistik Pemilu karena Faktor Alam

CNN Indonesia | Jumat, 19/04/2019 06:12 WIB
KPU Sebut Keterlambatan Logistik Pemilu karena Faktor Alam Ketua KPU Arief Budiman. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan keterlambatan pengiriman logistik Pemilu 2019 yang berujung pada pemungutan suara susulan terjadi karena faktor alam.

Arief mengklaim jajarannya telah membuat perencanaan yang matang dan rencana cadangan. Namun kondisi alam membuat semua tidak bisa sesuai yang sudah direncanakan.

"Sudah diantisipasi. Kamu bisa antisipasi, 'Besok jangan banjir ya karena saya mau kirim logistik,' kan enggak bisa. Semua sudah kita antisipasi, termasuk mengatur jadwalnya," kata Arief saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (18/4).


Arief menyampaikan KPU sudah menyusun strategi sejak awal, seperti mengirim logisitik lebih dulu ke daerah yang memiliki medan sulit.


Namun Arief menyebut keterlambatan logistik tetap tidak bisa dihindari di dua ribu lebih TPS di Indonesia karena faktor alam.

"Enggak ada yang enggak direncanakan dengan baik, [tapi] ada hal di luar kuasa kita," ujarnya.

Sebelumnya, KPU menyebut ada 2.249 dari 810.193 TPS yang tidak menyelenggarakan pemilu pada 17 April 2019.


KPU menyatakan TPS itu harus melakukan pemungutan suara susulan karena logistik terlambat sampai.

"Tidak dapat dilakukan karena ada keterlambatan distribusi logistik, kedua karena bencana alam. Misal di Jambi tidak bisa karena banjir," kata Arief di kantor KPU, Jakarta, Rabu (17/4). (dhf/ugo)