Jokowi Ditagih Kasus Novel: Jangan Kembali ke Saya Lagi

CNN Indonesia | Jumat, 12/04/2019 14:26 WIB
Jokowi Ditagih Kasus Novel: Jangan Kembali ke Saya Lagi Jokowi ogah tanggapi kasus Novel Baswedan. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Bogor, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta semua pihak untuk meminta hasil penyelidikan kasus penyiraman air keras penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada tim gabungan bentukan Polri.

"Itu kan sudah ada tim gabungan di Polri yang terdiri dari polisi, Ombudsman, dan KPK. Tanyakan pada mereka hasilnya seperti apa. Kejar mereka, hasilnya seperti apa," ujar Jokowi di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/4).

Jokowi meminta agar penyelidikan kasus Novel tak lagi ditanyakan kepada dirinya. Sebab, seluruh proses penyelidikan itu menjadi tanggung jawab tim gabungan tersebut.


"Jangan dikembalikan ke saya lagi. Apa gunanya sudah dibentuk tim gabungan seperti itu. Tanyakan ke mereka," katanya.


Sebelumnya Novel mengaku enggan menanggapi pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto perihal perjalanan kasus teror air keras yang dialaminya. Ia menunggu Jokowi untuk berbicara lebih dulu soal perkembangan kasusnya.

Lewat unggahan Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo menulis surat menyemangati Novel. Ketua Umum Gerindra itu menyatakan Novel sebagai pendekar pembela keadilan.

Jokowi Ditagih Novel: JanganNovel Baswedan di peringatan 2 tahun kasusnya yang masih mandek. (CNN Indonesia/Andry Novelino)


Novel sendiri enggan menanggapi pesan dari Prabowo tersebut. Sebab, kata dia, sampai saat ini baru ada satu kubu yang mengungkapkan pesan kepadanya terkait teror yang dialami genap dua tahun lalu di lingkungan rumahnya.

"Saya menanggapinya setelah Pak Jokowi menyampaikan hal yang sama," kata Novel saat ditemui usai Salat Subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4).


Kamis (11/4) kemarin, tepat dua tahun penyiraman air keras Novel belum juga terungkap. Jokowi beberapa kali didesak oleh aktivis untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Namun dalam sejumlah kesempatan, Jokowi menyatakan belum berencana membentuk TGPF lantaran masih menunggu kinerja Polri dalam mengusut kasus tersebut. Belakangan, Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari penyidik kepolisian, KPK, dan beberapa ahli hukum.

Dua tahun berjalan kasus teror air keras atas dirinya usai salat subuh, namun hingga kini pelaku dan dalang penyerangannya belum juga berhasil diungkap.

[Gambas:Video CNN] (psp/DAL)