SUARA ARUS BAWAH

Para Pencari Kerja, Lowongan dan Standar Tinggi Perusahaan

CNN Indonesia | Rabu, 03/04/2019 08:34 WIB
Warga memadati bursa kerja di Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketenagakerjaan jadi salah satu isu hangat yang diperbincangkan di tahun politik. Angka pengangguran, jumlah lapangan kerja, hingga rumor masuknya tenaga kerja asing kerap jadi tema pemberitaan.

Mengurangi pengangguran juga kerap jadi barang jualan calon presiden yang akan berkompetisi di Pilpres 2019.

Di Pilpres 2019 ini, kubu petahana diserang dengan isu sulitnya mencari pekerjaan. Di sisi lain, petahana juga dinilai membuka pintu lebih lebar untuk tenaga kerja asing.

Benarkah sulitnya mencari pekerjaan karena faktur minimnya lowongan yang tersedia, atau ada faktor yang lain.


CNNIndonesia.com mencoba memotret pendapat para pencari kerja itu terkait kendala yang dihadapi saat melamar pekerjaan selama ini. Beberapa dari mereka menyebut lowongan pekerjaan yang tersedia banyak. Namun tak mudah didapat karena perusahaan punya syarat ketat untuk calon pegawai mereka.

Ninuk Widyastuti 

Ninuk menyebut mencari pekerjaan saat ini tak sepenuhnya sulit meski tidak gampang juga. Lulusan Universitas Negeri Jakarta ini menggunakan istilah "susah-susah gampang" dalam mencari pekerjaan.

Ninuk menyebut saat ini lowongan pekerjaan banyak. Namun untuk mendapatkan pekerjaan, butuh persaingan dengan para pencari kerja yang lain.

"Sebenarnya sekarang lowongan mah banyak, ya cuma kompetisi untuk masuk yang susah," kata perempuan 23 tahun itu.

Menurut Ninuk, di era digital saat ini, lowongan pekerjaan sudah tersebar melalui sejumlah media. Dari mulai situs, iklan, media sosial hingga aplikasi percakapan.
Para Pencari Kerja, Lowongan dan Standar Tinggi Perusah(HOLD)Ninuk Widyastuti menyebut lowongan kerja banyak tapi tak mudah didapatkan. (CNN Indonesia/Shaskya Thalia)

Namun meski banyak lowongan, tak mudah bagi Ninuk untuk mendapatkannya meski ia mendapat predikat cum laude.

Sambil menunggu mendapat pekerjaan, Ninuk mengisi hari dengan menjadi pengajar lepas di sebuah sekolah menengah atas di Jakarta.

Sesekali jika ada bursa kerja, ia datang untuk mencoba peruntungan. Namun sejauh ini belum berhasil.

Ninuk berharap mendapat pekerjaan di bidang administrasi, sesuai dengan jurusan saat ia kuliah. Namun jika ada bidang lain yang dirasa ia mampu, bukan tak mungkin Ninuk bakal mengambilnya.

Ninuk berharap pemerintah bisa lebih banyak membuka lowongan pekerjaan di sektor industri dan keuangan. Ia juga berharap siapapun yang terpilih menjadi presiden bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik. 
 
Dudu 

Pria lulusan Perhotelan ini juga mengaku lowongan kerja banyak. Namun tetap saja sulit untuk mendapatkannya. Persaingan menurut Dudu jadi alasan utama.

Perusahaan saat ini menurutnya butuh banyak persyaratan. Dari mulai pengalaman kerja, usia hingga keahlian lain. Belum lagi jumlah pencari kerja yang banyak, bukan cuma dari Jakarta tapi juga dari daerah.
  
"Sebagai warga DKI merasa tersaingi," kata pria 32 tahun ini.

Sudah sebulan terakhir ini Dudu tak lagi bekerja setelah berhenti dari perusahaan yang lama. Ia tak menyebut alasan detail alasan berhenti.
Para Pencari Kerja, Lowongan dan Standar Tinggi Perusah(HOLD)Dudu menilai persaingan untuk mendapatkan kerja saat ini ketat. (CNN Indonesia/Shaskya Thalia)

Dudu berharap, dengan banyaknya para pencari kerja saat ini, pemerintah bisa bertindak untuk memicu lapangan pekerjaan bertambah.

Menurutnya, janji para capres untuk membantu para pengangguran seperti dirinya tak sekadar janji belaka. Tapi sebuah komitmen yang harus dijalankan jika mendapat mandat dari rakyat. (sas/sur)
1 dari 2