Sponsored by

Pengamat Sebut Pembubaran HTI Jadi 'Senjata' Jokowi di Debat

CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 05:40 WIB
Pengamat Sebut Pembubaran HTI Jadi 'Senjata' Jokowi di Debat Pengamat sebut Jokowi bisa menggunakan isu pembubaran HTI dalam debat keempat Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bisa menjadi amunisi yang akan digunakan Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam debat Pilpres 2019 keempat yang akan dilaksanakan akhir pekan nanti.

Hal itu menanggapi tema debat capres keempat yang mengangkat tema ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional. Menurutnya, Jokowi termasuk pemimpin yang berani menindak tegas kelompok radikal dan tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara. 

"Secara ideologi, Jokowi ini orang yang berani mengambil risiko untuk menggebuk ormas yang tidak menjunjung tinggi Pancasila dan NKRI," ujar Adi di Jakarta, Selasa (26/3).


Adi menilai kebijakan membubarkan HTI bukan perkara mudah. Ia mengatakan kebijakan tersebut tidak populis.


Bahkan, ia mengatakan kebijakan itu membuat Jokowi dimusuhi. Meski berisiko, ia mengatakan kebijakan membubarkan HTI bisa menjadi modal Jokowi untuk membuktikan dirinya tegas kepada pihak yang menolak Pancasila.

Jokowi seolah memberi kesan bahwa tidak ada tempat bagi kelompok yang tidak mengakui dasar negara tersebut di Indonesia. Lebih lanjut, Adi menilai latar belakang sipil membuat Jokowi berani mengambil kebijakan itu.

Kalangan sipil, kata Adi, berbeda dengan militer yang lebih mengedepankan persuasif dalam menyelesaikan masalah agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. "Pemimpin sipil cenderung berani mengambil risiko berhadap-hadapan dengan kelompok yang tidak setuju dengan Pancasila," ujarnya. 

Di sisi lain, Adi mengatakan penanggulangan terorisme juga bisa menjadi modal bagi Jokowi dalam debat mendatang. Ia melihat pemerintahan Jokowi berahsil meredam gerak teroris. 

[Gambas:Video CNN]

"Pertahanan negara juga tidak ada ancaman yang nyata," ujar Adi. 

Lebih dari itu, ia menilainya jarangnya Jokowi hadir dalam acara internasional bukan titik lemah bagi Prabowo untuk menyerang dalam debat. Sebab, ia mengatakan Jokowi memiliki pretasi di bidang luar negeri, yakni mendukung Palestina. 

"Jadi menurut saya tidak benar juga bila dikatakan Jokowi absen," ujarnya. 

Sebelumnya, KPU bakal menggelar debat kandidat capres, yakni antara Jokowi dengan Prabowo di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3). Debat keempat itu akan mengangkat tema tentang ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional.

(panji/agt)