Sponsored by

Survei: Tingkat Kepuasan Publik ke Pemerintah Jokowi Menurun

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 16:44 WIB
Survei: Tingkat Kepuasan Publik ke Pemerintah Jokowi Menurun Survei Charta Politika mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Jokowi-JK mencapai 65,9 persen, atau menurun dibanding April 2018 68,2 persen. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Survei Charta Politika menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla mencapai 65,9 persen. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 1-9 Maret 2019 terhadap 2.000 responden di 34 provinsi.

"Mengenai evaluasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah pusat, ini yang disebut dengan tingkat kepuasan, gabungan antara sangat puas dan cukup puas ada di angka 65,9 persen," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di Jakarta, Senin (25/3).

Dalam survei juga disebutkan sebanyak 27,1 persen responden menyatakan kurang puas dan 2,6 persen tidak puas sama sekali dengan kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Sebanyak 4,5 persen tidak tahu atau tidak menjawab.


Tren kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi-JK itu menurun jika dibandingkan tahun lalu. Yunarto mencatat tingkat kepuasan publik pada bulan April 2018 sebesar 68,2 persen; Oktober 2018 sebesar 68,1 persen; Januari 2019 sebesar 65,8 persen; dan Maret 2019 sebesar 65,9 persen.

"Ada kecenderungan sedikit turun dari bulan Oktober ke bulan Januari," ujarnya.

Yunarto menjelaskan penurunan tingkat kepuasan dipengaruhi oleh keikutsertaan petahana di Pilpres 2019. Dia mencatat ada pertarungan narasi yang diciptakan petahana lewat pemerintah dengan narasi yang dibangun penantang.

"Narasi kalau belum masuk kampanye itu hanya disuarakan pemerintah sepihak. Tetapi ketika masuk kampanye pertarungan narasi dengan kontra narasi," Yunarto.

Di sisi lain, Yunarto mengatakan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah mempengaruhi peluang kemenangan calon petahana dalam pemilu. Calon petahana menurutnya pasti memang jika tingkat kepuasan mencapai 75 persen. Hal itu diklaim terbukati dari pemilu-pemilu sebelumnya yang telah digelar di Indonesia.

"Incumbent dikatakan pasti menang dalam kondisi apapun, kecuali di Pilkada DKI Jakarta, kalau biasanya stabil di angka 75 persen ke atas. Kalau di bawah 50 persen hampir dipastikan juga incumbent akan kalah, mau melakukan apapun," ujarnya.

Elektabilitas (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Harga Bahan Pokok Jadi Persoalan Tertinggi

Hasil survei Charta Politika menyebut harga kebutuhan bahan pokok yang mahal menjadi persoalan paling tinggi di masyarakat. Survei mencatat 36,3 persen responden merasakan hal tersebut.

"17,0 persen susah mencari lapangan pekerjaan, 8,3 persen pendidikan dasar dan menengah yang mahal, serta 5,5 persen biaya berobat atau kesehatan yang mahal," sebut hasil survei Charta Politika.

Sejalan dengan hal itu, survei mencatat 48,8 persen responden merasa tidak puas dengan kinerja pemerintah dalam mengurus harga bahan pokok. Sebanyak 43,8 persen mengaku puas dan 7,5 persen tidak menjawab.

Adapun soal kesehatan, survei mencatat lebih dari 50 persen publik merasa puas.

Lebih dari itu, 55,6 persen responden menginginkan Jokowi terpilih kembali, dengan catatan 48,1 persen di antaranya merasa sangat optimis Jokowi terpilih kembali.

Hasil survei Charta Politika secara keseluruhan mencatat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tetap unggul sebesar 53,6 persen dan Prabowo-Sandi sebesar 35,4 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 1-9 Maret 2019 melalui wawancara langsung dengan metode kuisioner terstruktur terhadap 2.000 responden di 34 provinsi.

Survei tersebut diklaim menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error 2,19 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
[Gambas:Video CNN]

(jps/gil)