Prabowo Redam Massa yang Gaduh: Kalian yang Bicara atau Saya?

CNN Indonesia | Minggu, 24/03/2019 16:19 WIB
Prabowo Redam Massa yang Gaduh: Kalian yang Bicara atau Saya? Mengawali kampanye di Manado, Prabowo berjanji menurunkan harga kebutuhan pokok dan menutup anggaran bocor yang diprediksi mencapai Rp1.000 triliun per tahun. (CNN Indonesia/Ronny Buol)
Manado, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat mengeluarkan kalimat tegas saat kampanye terbuka Pilpres 2019 di Manado, Minggu (24/3).

Prabowo yang tiba di lokasi kampanye pukul 11.30 WITA harus menerobos kerumunan massa yang memadati area sekitar panggung.

Begitu tiba di panggung, Prabowo langsung menghampiri podium dan berorasi.


Di awal orasinya Prabowo menyampaikan salam jumpa bagi pendukung pasangan Prabowo-Sandi yang sudah menyediakan waktu luang hadir di kampanye terbuka pertama itu.

Sambutan riuh dari ribuan pendukungnya bergema saat Prabowo menyampaikan bahwa dia adalah putra Sulawesi Utara. Ibu Prabowo yang bermarga Sigar memang lahir di Minahasa.

"Saya orla, orang Langowan, berdarah Minahasa," kata Prabowo disambut tepuk tangan massa.

Prabowo kemudian melanjutkan orasinya. Sambutan semangat mendukung Prabowo dengan teriakan yel-yel sedikit menganggu Prabowo.

Dia kemudian meminta pendukungnya untuk sedikit tenang, agar dia bisa melanjutkan orasinya

"Kalian yang bicara atau saya yang bicara?" tegas Prabowo kepada massa yang berada di dekat panggung.

Massa kemudian tenang dan Prabowo kembali melanjutkan orasi dengan memaparkan program-program pasangan Prabowo-Sandi.

Dalam orasi sekitar 30 menit itu, Prabowo menyinggung banyak hal, seperti lapangan kerja, harga-harga kebutuhan pokok, korupsi, kesehatan dan kehidupan petani nelayan.
Prabowo Redam Massa yang Gaduh: Kalian yang Bicara atau Saya?Capres 02 Prabowo Subianto saat berorasi kampanye di Manado, Minggu (24/3). (CNN Indonesia/Ronny Buol)

Janji 100 hari

Persoalan tingginya harga berbagai kebutuhan pokok menjadi salah satu sorotan Prabowo. Dia pun mengaku telah mengumpulkan para pakar di bidang ekonomi untuk mengkaji hal ini.

"Saya tanya mereka, apakah harga-harga yang tinggi saat ini bisa diturunkan. Mereka bilang bisa," kata Prabowo di hadapan ribuan pendukungnya.

Oleh karena itu, Prabowo berjanji akan menurunkan harga barang yang tinggi begitu dia berkuasa.

"Dalam 100 hari kepemimpinan nanti, saya berjanji akan menurunkan berbagai harga-harga barang, termasuk tarif listrik saat ini yang tinggi," janji Prabowo.

Menurut dia, harga yang tinggi telah menyebabkan rakyat menderita dan mengalami kesusahan. Jika kelak terpilih jadi presiden, dalam 100 hari Prabowo berjanji akan ikut menaikkan nilai tukar petani.

"Negara kita terus mengalami kebocoran anggaran. Dalam hitungan saya, setiap tahun kita mengalami kebocoran sebesar Rp1.000 triliun. Ini harus kita hentikan," tegas Prabowo.

Dengan menutup kebocoran, Prabowo meyakini perekonomian Indonesia bisa diperbaiki. Menurut dia, sistem saat ini tidak tepat dan harus diganti.

"Ada yang kebakaran jenggot dengan paparan saya soal kebocoran. Padahal jika kita bisa menutup ini, kita bisa memperbaiki keadaan, memperbaiki BPJS, menaikan gaji guru, honorer, PNS, tentara dan Polri," jelas Prabowo.

Disamping akan menutup kebocoran, Prabowo juga berjanji akan memberantas korupsi dan akan meminta semua yang menjabat nanti harus memiliki integritas.

"Saya akan meminta semua yang menjabat bersumpah untuk tidak korupsi," kata Prabowo.

Prabowo mengawali kampanye terbukaya di Manado yang digaungkan oleh pendukungnya sebagai 'kampanye pulang kampung'. Itu karena ibu Prabowo yang bermarga Sigar berasal dari Minahasa.

Usai dari Manado, Prabowo akan melanjutkan kampanyenya di Makassar, Sulawesi Selatan.
[Gambas:Video CNN]


(ron/gil)