Sponsored by

PDIP Targetkan Milenial di Pekan Pertama Kampanye Terbuka

CNN Indonesia | Minggu, 24/03/2019 05:32 WIB
PDIP Targetkan Milenial di Pekan Pertama Kampanye Terbuka Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PDI-Perjuangan berniat menggaet suara kaum muda alias milenial dan perempuan pada pekan pertama kampanye terbuka yang dilaksanakan pada 24 Maret hingga 13 April 2019.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan rencana menarik simpati dua golongan itu karena dukungannya yang banyak kepada pihaknya.

Ia mengacu pada hasil survei beberapa waktu terakhir. Contohnya, Lingkar Survei Indonesia (LSI) yang merilis bahwa 20,1 persen milenial akan memilih PDIP, sementara 22 persen 'emak-emak' diperkirakan juga akan memilih partai berlogo banteng tersebut.


"Makanya pada satu pekan pertama kami akan fokus perempuan dan milenial karena ini memberi dukungan tertinggi ke PDIP," jelas Hasto di Kantor DPP PDIP, Sabtu (23/3).

Ia mengaku semringah atas tingginya potensi dukungan dari milenial dan 'emak-emak' ke PDIP. Kata Hasto, hal tersebut mengindikasikan PDIP partai yang membawa aspirasi mereka.

Berbagai materi kampanye pun telah disiapkan, mulai dari iklan televisi, iklan radio, hingga kampanye dalam bentuk joget massal.

Hasto kemudian menunjukkan dua buah kampanye televisi masing-masing berdurasi 60 detik. Satu iklan menggambarkan bahwa kaum milenial adalah penerus bangsa, sementara iklan lain menggambarkan PDIP kerap memperjuangkan harga diri wanita. Kedua iklan itu turut dibintangi oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Seluruh materi kampanye, lanjut Hasto, merupakan hasil diskusi kelompok (Focus Group Discussion) dengan dua golongan tersebut.

"Dan tak lupa kami juga akan kampanye melalui media sosial. Selain karena keterbatasan anggaran kampanye, kami juga memperhatikan. Dalam hal ini, kami juga melibatkan ahli neurolinguistik," papar dia.

Hanya saja, Hasto tak menyebut target golongan pemilih yang disasar pada kampanye terbuka pekan kedua. Namun, partai telah mempersiapkan beberapa tema materi kampanye seperti keagamaan, kebudayaan, hingga profesi yang bermartabat. Tema berikutnya akan dipilih sesuai dengan dinamika politik ke depan.

Hasto juga berharap, pemilih PDIP pada pemilu 17 April 2019 mendatang bisa lebih dari 29 persen dari perolehan nasional. Ini mengingat seluruh survei menaruh PDIP di kisaran 20 persen.

Survei Litbang Kompas, misalnya, menaruh PDIP di angka 26,9 persen. Kemudian, survei LSI Denny JA menempatkan elektabilitas PDIP di angka 23,7 persen.

"Survei ini menempatkan kami antara 26 hingga 29 persen, tapi kami berharap lebih. Biar rakyat saja yang menentukan," ujar Hasto.

[Gambas:Video CNN] (jnp/wis)