Tiga Partai Bereaksi Disebut Tak Lolos PT oleh Survei Kompas

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 17:40 WIB
Tiga Partai Bereaksi Disebut Tak Lolos PT oleh Survei Kompas Ilustrasi hasil survei. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Fraksi Hanura DPR RI Inas Nasrullah Zubir menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan partainya tidak lolos Parliamentary Threshold (PT).

Ia menilai hasil survei itu tidak relevan karena tidak didasari perlakuan yang independen. Survei itu menyatakan Hanura hanya memiliki elektabilitas sebesar 0,9 persen.

"Contohnya, PKS yang tadinya tidak lolos PT kalau enggak salah ujuk-ujuk jadi 4,5 persen. Kemudian Hanura itu dalam waktu sekian bulan loh dari Oktober sampai Maret," ujar Inas kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi pada Jumat (22/3).


"Jadi sudah tidak lagi dia independen Litbang Kompas itu," ujarnya.


Inas mengklaim pihaknya sudah melakukan survei yang dibantu oleh salah satu lembaga survei independen.

Ia masih optimistis partainya dapat terus berupaya lolos PT di Pileg 2019 meski hasil survei partainya itu juga belum menyatakan Hanura lolos PT.

"Hasilnya enggak jelek-jelek banget walaupun belum sampai PT. Hasilnya masih sekitar tiga persenan gitu. Jadi kami masih ada peluang. Kami masih berupaya supaya bisa sampai empat persen. Enggak jelek. Beda dengan litbang Kompas sangat jauh," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate juga menanggapi hasil survei yang menyatakan partainya tidak lolos PT.


Johnny mengatakan pihaknya optimistis partainya pasti bisa lolos parlemen. Hal ini karena survei pada 80 daerah pemilihan (dapil) yang dilakukan NasDem sendiri menunjukkan kekuatan elektabilitas caleg-calegnya.

"Optimistis karena kami sudah punya, kami melakukan survei spasial. Kami melakukan survei di 80 dapil dan kami sudah punya gambaran seperti apa kompetitif atau daya dari dari kekuatan elektabilitas dari para caleg," kata Johnny di Gedung DPR, Jakarta.

Tiga Partai Bereaksi Dinyatakan Tak Lolos PT Survei KompasAnggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Johnny G Plate (kanan). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Ia menyampaikan pihaknya memiliki target bahwa NasDem tidak akan memiliki dapil kosong di Pileg 2019. Bahkan, ia menyinggung NasDem berkemungkinan mendapatkan bonus pemilih dari sejumlah daerah.

"Seperti NTT misalnya, saya kira kami akan dapat bonus, bonusnya besar. Sumatera, Utara akan ada bonus dan beberapa wilayah lainnya di Jawa. Kami sedang melakukan penetrasi untuk memastikan enggak ada dapil yang hilang," ucap dia.

Selain itu, ia berkaca pada Pileg 2014 lalu. Saat itu katanya, NasDem hanya memiliki elektabilitas sebesar 1,5 persen. Namun partainya bisa lolos ke DPR.

"2014, NasDem itu di survei disampaikan bahwa elektabilitas NasDem 1,5 persen, hasilnya 6,7 persen. Jumlah suaranya sangat besar 8,4 juta, itu saya kira urutan ke 7-8 bukan ke 9-10. Sekarang kalau di atas 1,5 persen dengan basis infrastuktur partai yang lebih kuat dengan basis politisi yang sudah lebih kuat," ujar dia.


Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menjadi salah satu parpol yang dinyatakan tidak lolos PT oleh survei Litbang Kompas. Menanggapi hal itu, Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengatakan akan mengevaluasi partainya.

"Kami berterima kasih kepada lembaga survei apapun, termasuk Kompas. Kami tidak apriori, karena tiap hasil survei menjadi bahan evaluasi internal," kata Toni kepada para wartawan saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan di sisa masa kampanye ini, PSI akan akan mengunjungi wilayah yang berpotensi menyumbang elektabilitas. Ia menambahkan PSI akan turut kampanye dari pintu ke pintu untuk menggaet pemilih.

"Kami di sekitar 27 hari ini, saya dan Ketua Umum PSI [Grace Natalie] terus jalan ke berbagai kabupaten/kota yang menurut kami punya potensi besar untuk menaikkan elektabilitas PSI. Semua caleg juga mengetuk pintu rakyat dan pintu hati tanpa lelah," ujarnya.


Meskipun begitu, kata dia, berbagai survei juga menyatakan elektabilitas PSI terus naik. Toni pun optimistis partainya akan menyambut hasil baik di Pileg 2019 nanti.

"Insyaallah di 17 April mendatang akan berbuah manis," kata dia

"Di berbagai lembaga survei lain trennya juga sama, naik. Bahkan ada yang menyatakan sudah di angka 4 persen. Dan semuanya masih dalam rentang margin of error sehingga kami masih optimistis melihat hasil survei Kompas," ujarnya.

Survei Litbang Kompas menunjukkan ada delapan parpol yang diprediksi tidak lolos ke parlemen karena tak memenuhi ambang batas parlemen. Hanura dan PSI disebut memiliki elektabilitas 0,9 persen sedangkan NasDem sebesar 2,6 persen.

[Gambas:Video CNN] (ani/pmg)