Demokrat Yakin Sukses Pemilu 2019 Selama Ada SBY dan AHY

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 04:00 WIB
Demokrat Yakin Sukses Pemilu 2019 Selama Ada SBY dan AHY Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyatakan partainya yakin sukses mencapai target dalam Pemilu 2019 selama masih ada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Target yang dimaksud adalah memperoleh suara nasional minimal 10 persen.
Menurut Jansen, kedua sosok itu masih sangat berpengaruh dan memiliki daya tarik sangat kuat. Ditambah tidak ada kendala pada mesin partai.
"Belum lagi sehatnya mesin partai ini dipadukan dengan masih adanya sosok Ketua Umum kami pak SBY yang masih sangat dicintai rakyat Indonesia dan adanya sosok mas AHY yang sangat dicintai generasi millienial," ucap Jansen melalui siaran pers Kamis (21/3).
"Jadi kami sangat optimis target perolehan suara '2 digit' akan kembali kami peroleh di Pemilu 2019 ini," lanjutnya.
Jansen mengatakan partainya telah melakukan survei internal. Elektabilitas Demokrat, lanjutnya, sekitar 7,2 persen. Survei per daerah pemilihan (dapil) juga telah dilakukan. Demokrat diprediksi bakal memperoleh sekitar 55-75 kursi DPR.
Meski berbagai hasil survei menyatakan bahwa elektabilitas Demokrat di bawah 10 persen, Jansen tak cemas. Setidaknya Demokrat dinyatakan lolos parliamentary threshold.
Figur SBY dan AHY akan sangat membantu partai mencapai target. Begitu pun mesin partai yang lengkap hingga tingkat cucu ranting.
"Di setiap pemilu itu selalu ada tantangannya termasuk Pemilu 2019 yang serentak ini. Dan kami bersyukur di setiap Pemilu yang telah kami lalui tersebut, setiap tantangan itu berhasil kami lalui dan target selalu tercapai," kata Jansen.
Merujuk dari survei Litbang Kompas terbaru, elektabilitas Partai Demokrat hanya berkisar di angka 4,6 persen. Menurun 0,2 persen jika dibandingkan hasil survei pada Oktober 2018 lalu.
Pada Pemilu 2014, Demokrat memperoleh 10,2 persen suara nasional. Dia berada di urutan keempat terbanyak di bawah PDIP, Golkar, dan Gerindra.



(bmw/age)