KNKT Sebut Hasil Investigasi Lion Air LQP Dipublikasi Agustus

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 04:40 WIB
KNKT Sebut Hasil Investigasi Lion Air LQP Dipublikasi Agustus Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Capt Nurcahyo Utomo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membantah isi rekaman Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT610 PK-LQP bocor ke masyarakat. Menurutnya sampai saat ini investigasi terhadap kecelakaan itu masih berjalan dan hasilnya akan dipublikasikan pada Agustus atau September mendatang.

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan, dalam hasil akhir investigasi itu akan dibeberkan lengkap isi percakapan pilot dalam CVR dan data-data pesawat sesaat sebelum mengalami celaka.

"Tapi dalam laporan, final report akan kita sampaikan isinya, bagaimana ceritanya," ujar Nurcahyo di Kantor KNKT, Kamis (21/3).


Nurcahyo menuturkan pihaknya sampai saat ini sama sekali tidak akan mempublikasikan rekaman CVR milik Lion Air PK-LQP. Pasalnya, dalam aturan yang berlaku di Indonesia memang tidak diperbolehkan untuk mempublikasikan isi CVR sebelum proses investigasi selesai dilakukan.

Hal itu sekaligus membantah pemberitaan di sejumlah media yang disebut-sebut sebagai rekaman percakapan pilot Lion Air PK-LQP. Dalam pemberitaan rekaman itu menceritakan detik-detik sebelum pesawat tujuan Jakarta-Pangkal Pinang tersebut jatuh di perairan Karawang pada Senin, 29 Oktober 2018.

"Meski disiarkan media kredibel tetapi yang ditulis media itu tidak sesuai dengan CVR. CVR kami belum bocor karena isinya tidak sama dengan sama," kata dia.

Bantahan tersebut juga disampaikan terkait dengan dugaan bocornya rekaman CVR pada penerbangan Lion Air PK-LQP tujuan Denpasar-Jakarta. Pasalnya rekaman CVR untuk penerbangan tersebut sudah terhapus otomatis saat Lion Air PK-LQP terbang dari Jakarta-Pangkalpinang dan KNKT tak pernah mengetahui isinya.

Kemudian, terkait dengan pernyataan yang menyebut terjadi kepanikan saat pesawat akan jatuh, Nurcahyo menyebut bahwa pernyataan dia ucapkan berdasarkan pertanyaan dari sebuah media.

Ia menceritakan pada saat itu dirinya diberi pertanyaan apakah terjadi kepanikan di akhir penerbangan Lion Air JT610 tersebut. Nurcahyo menyampaikan bahwa sepertinya terjadi kepanikan karena kemungkinan pilot merasa sudah tidak mampu lagi mengendalikan pesawat.

"Di situlah muncul kepanikan. Yang saya baca di media ada Allahu Akbar. Saya enggak ngomong Allahu Akbar, saya enggak tahu kok media bisa ngomong ada Allahu Akbar," tuturnya.

KNKT pun menegaskan isi rekaman CVR yang telah diberitakan di sejumlah media berbeda dengan CVR Lion Air PK-LQP yang tengah diinvestigasi. (dis/osc)