Respons Sandi, Mendikbud Sebut Tak Ada Alasan Hapus UN

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 21:49 WIB
Respons Sandi, Mendikbud Sebut Tak Ada Alasan Hapus UN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono0.
Surabaya, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menanggapi wacana penghapusan ujian nasional (UN) yang diutarakan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat cawapres, Minggu (17/3) kemarin.

Menurut dia, tak ada alasan untuk menghapus UN. Sebab hal itu merupakan amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang salah satunya mengatur mengenai evaluasi pendidikan secara nasional.

Atas dasar itu, Muhadjir mengatakan, bahwa pergantian yang dibolehkan hanya sebatas pada penamaan atau penyebut saja. Artinya, nama selain UN tak masalah, karena sistemnya tetap sama.


"Namanya boleh (diganti) lain. Tapi evaluasi secara nasional itu kan amanat undang-undang. Jadi (ganti) istilah 'oon' juga boleh," kata Muhadjir, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/3).

Muhadjir lebih jauh menjelaskan, bahwa UN saat ini juga sudah tidak jadi penentu kelulusan siswa. Pun demikian UN tidak lagi menjadi syarat siswa untuk melanjutkan pendidikan di level pendidikan dasar dan menengah.

"Sejak dulu (UN) kan sudah tidak menentukan kelulusan, kan sudah tidak ada ketentuan menentukan kelulusan," ujarnya.

UN, kata dia, kini hanya digunakan pemerintah sebagai penggali motivasi instrinsik siswa. Juga untuk mengetahui kemampuan siswa yang sesungguhnya tanpa paksaan, rangsangan, dan iming-iming apapun.

"Kita dengan UN ini ingin menggali motivasi instrinsik dari anak itu sendiri, jadi kita ingin tahu betul kemampuan nyata dari anak," ucap dia.

Lewat metode UN, Muhadjir menambahkan, pemerintah ingin tahu peta realitas kemampuan sesungguhnya di lapangan. Hal itu yang selanjutnya digunakan sebagai landasan Kemendikbud menciptakan treatment yang tepat untuk sekolah.

"Itu untuk menciptakan treatment, mana yang belum baik, harus diperbaiki. Kan sekarang ini sudah kita tetapkan, misalnya hasil matematik itu sekarang sekolah-sekolah (kita) sudah tahu kualitasnya gimana," kata dia.

Sebelumnya, saat debat cawapres, Minggu (17/3) lalu, Sandi menyatakan akan menghapus ujian nasional jika memenangkan Pilpres 2019 bersama Prabowo Subianto. Sebagai gantinya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menawarkan konsep penelusuran minat dan bakat. (frd/osc)