Polisi Sebut Terduga Teroris Sibolga Berencana Buat Bom Mobil

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 20:19 WIB
Polisi Sebut Terduga Teroris Sibolga Berencana Buat Bom Mobil Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menunjukkan lokasi dari kasus meledaknya bom di Sibolga, di Mabes Polri, Jakarta, 13 Maret 2019. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menyebut terduga teroris Sibolga, Abu Hamzah, berencana membuat sebuah bom mobil.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan AH bekerja sama dengan terduga teroris P untuk merencanakan pembuatan bom mobil. P sendiri berhasil diamankan polisi lebih dulu di Lampung.

"Mereka sudah mendesain bersama, AH dan P, untuk membuat bom mobil, sasarannya adalah kantor kepolisian di Sibolga maupun aparat kepolisian lalu lintas yang sedang laksanakan tugas," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/3).


Dedi menuturkan pembuatan bom mobil tersebut dilakukan dengan menggunakan dana yang diperoleh dari hasil menggadaikan rumah dan tanah yang dilakukan terduga teroris Y. Y sendiri ditangkap di Klaten, Jawa Tengah pada Kamis (14/3) lalu.

Y alias Khodijah, terduga teroris yang ditangkap di Klaten. Y sendiri saat ini diketahui telah meninggal dengan dugaan bunuh diri.


Selain berencana membuat bom mobil, kata Dedi, diketahui AH juga akan mempersunting dua orang yakni Y dan R. R telah ditangkap polisi di Tanjung Balai

Setelah diperistri AH, sambung Dedi, mereka berencana untuk menjadi 'mujahid' dan melakukan amaliyah--istilah untuk aksi teror termasuk bom bunuh diri.

"Ini bom rompi sudah dipersiapkan kelompok mereka akan digunakan untuk melakukan serangan di kantor kepolisian dan kepada petugas kepolisian," ujar Dedi.


Sebelumnya, polisi menyebut terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, memiliki bahan peledak hingga 300 kilogram. Bahan peledak itu disimpan rapi di tempat khusus yang disemen.

"Bahan peledak ditanam yang kemudian ditimpa dengan semen. Seluruh bahan peledak kini sudah diamankan Tim Gegana. Jadi, kalau mereka bisa merakit dan meramu bahan-bahan yang ada, ada sekitar tiga ratus kilogram," kata Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Rabu (13/3) di Medan.

Bahan peledak itu disimpan di rumah salah satu terduga teroris berinisial AK di Jalan Sisingamangaraja, Sibolga. Bahan peledak yang ditemukan itu pun sudah ada yang dirakit menjadi bom lontong.

"Bom yang ditemukan sudah siap rakit. Jadi sewaktu-waktu bisa langsung diledakkan oleh orang yang memegang pemicunya," kata Agus.

Selain itu, Tim Densus 88 juga sempat meledakkan sisa bom yang ditemukan di rumah Abu Hamzah, terduga teroris dari Sibolga. Daya ledak bom itu dinilai rendah. Namun ketika digunakan dalam jumlah besar sangat berbahaya.

Terkait bahan yang sudah dirakit, polisi menemukan sebanyak lima peti dan sudah dipasang dalam rompi.


[Gambas:Video CNN] (dis/kid)