Survei Internal, BPN Klaim Prabowo vs Jokowi Nyaris Imbang

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 19:30 WIB
Survei Internal, BPN Klaim Prabowo vs Jokowi Nyaris Imbang Calon presiden Joko Widodo dan calon presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Litbang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Haryaddin Mahardika mengklaim hasil survei internal pihaknya menunjukkan perolehan elektabilitas antara Prabowo-Sandi dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin nyaris seimbang.

Haryaddin mengatakan demikian merespons survei Litbang Kompas yang baru dirilis hari ini, Rabu (20/3). Menurut dia hasil survei Litbang Kompas merupakan hasil survei tim Litbang BPN pada empat bulan lalu.

"Sudah sangat tipis, sudah hampir dikatakan sebenarnya seri kalau tanding bola. Sudah bisa dikatakan imbang," kata Haryaddin di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (20/3).


Meski begitu, Haryaddin enggan merinci lebih lanjut berapa angka pasti yang ditemukan BPN dari hasil survei mereka. Yang jelas, kata dia, tim BPN secara kontinu melakukan survei dalam kurun waktu satu bulan sekali.

"Tentu saja per bulan (lakukan survei). Sebenarnya kan kalau hasil survei internal saya tidak boleh sebutkan tapi kira-kira selisihnya sudah single digit dan hampir seri," kata dia.

Meski hampir seri, Haryaddin mengakui peningkatan maupun penurunan hasil survei yang mereka lakukan setiap bulannya itu terus mengalami pelambatan. Misalnya kenaikan elektabilitas untuk Prabowo-Sandi saat ini cenderung melambat, begitu juga sebaliknya penurunan elektabilitas lawan, Jokowi-Ma'ruf juga melambat.

"Pergerakan memang lambat, artinya pertambahan kita nggak secepat dulu, turunnya 01 juga enggak secepat dulu. Tapi kira-kira kalau bagi kita, kita selalu optimis karena bagi kita survei internal kita menunjukan hasil yang cukup konsisten," kata dia.

Lebih lanjut Haryaddin juga menyebut untuk daerah Jawa Tengah hasil survei telah menunjukkan angka pertumbuhan yang signifikan.

Jika menggunakan perumpamaan angka dukungan di tahun 2014 lalu saat Prabowo-Hatta melawan Jokowi-JK sebanyak enam juta orang selisihnya. Saat ini angka tersebut telah merosot ke tiga juta atau setengahnya untuk selisih dukungan di kandang banteng itu.

"Ya Jateng salah satu fokus kita. Dan kita cukup berhasil di Jateng mengurangi gap sejauh ini. Sudah jauh dibandingkan 2014. Kita bisa katakan kalau dulu 2014 bedanya 6 juta mungkin sekarang tinggal separuhnya," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Haryaddin menjelaskan hasil survei internal mereka menunjukkan pendukung Prabowo-Sandi kebanyakan adalah kaum terpelajar, orang berpenghasilan tinggi, hingga anak-anak muda.

Haryaddin mengatakan metode survei yang digunakan pihaknya tak berbeda jauh dengan yang dilakukan lembaga survei lain, termasuk Litbang Kompas baru-baru ini.

"Ya rata-rata sama. Itu kan perhitungan lembaga survei untuk survei seluruh Indonesia rata-rata jumlahnya segitu saja kan. Kita ikuti hampir sama metodologinya," kata dia.

"Kekuatan kita semakin muda semakin kuat kita, semakin melek teknologi semakin kuat, semakin tinggi pendapatan semakin kuat, semakin tinggi pendidikan semakin kuat. Kuat dukungan Prabowo-Sandi," katanya. (tst/osc)