Jika Terpilih, Ma'ruf Janji Kembalikan Uang Kerugian Korupsi

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 03:20 WIB
Jika Terpilih, Ma'ruf Janji Kembalikan Uang Kerugian Korupsi Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin berjanji akan mengembalikan kebocoran uang negara yang disimpan di luar maupun di dalam negeri akibat korupsi oleh pihak yang tak bertanggung jawab bila terpilih sebagai wakil presiden di Pilpres 2019.

Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya di acara seminar Strategi Pemberantasan Korupsi untuk Kembalikan Uang Negara yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (19/3) malam.

"Terutama dalam hal upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara, baik yang ada di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita, di mana dana dana yang sudah dikorupsi itu bisa dikembalikan," kata Ma'ruf.


Mantan Rais Aam PBNU itu menilai pengembalian kebocoran anggaran negara akibat tindak pidana korupsi oleh petugas penegak hukum selama ini belum maksimal.

Ia menyatakan adanya keterbatasan fungsi dan kewenangan dari masing-masing lembaga penegak hukum bisa menjadi salah satu faktor kendala untuk mengembalikan kebocoran uang negara tersebut.

Selain itu, lanjut Ma'ruf, belum adanya ruang peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kejelasan dan mekanisme pengembalian kerugian negara menjadi faktor lain dari persoalan tersebut

"Saya kira perlu ada upaya-upaya yang serius. Yang tidak kalah pentingnya adalah kebijakan-kebijakan yang tegas, strategis dan upaya yang bersifat extraordinary," tambah dia.

Lebih lanjut, Ma'ruf menegaskan bahwa korupsi merupakan sikap yang telah merusak dan memiskinkan masyarakat secara masif.

Ia menyatakan pemberantasan korupsi harus dimulai dengan mengintensifkan proses pencegahan ketimbang penindakan. Salah satunya, kata dia, melalui pembangunan revolusi mental terhadap para pejabat dan masyarakat secara umum.
"Pembangunan perilaku yang baik untuk tidak korupsi, pembangunan karakter, mudah-mudahan dengan pembangunan karakter atau yang disebut dengan revolusi mental, itu juga akan berpengaruh untuk mengurangi korupsi," kata Ma'ruf. (rzr/age)