Fadli Zon Nilai Nawacita Jokowi Gagal, Berubah Jadi Nawaduka

CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 20:44 WIB
Fadli Zon Nilai Nawacita Jokowi Gagal, Berubah Jadi Nawaduka Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai program Nawacita yang diusung oleh Presiden Joko Widodo telah gagal. Yang terjadi menurut Fadli, Nawacita berubah menjadi program Nawaduka.

Fadli yang juga Wakil Ketua DPR ini mengatakan perubahan nama Nawacita jadi Nawaduka karena Jokowi gagal memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Empat tahun hampir lima tahun pemerintahan Jokowi ini kan gagal memberi kesejahteraan rakyat. Nawacita menjadi Nawaduka kan, gagal," kata Fadli saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Senin (18/3).


Nawacita merupakan rangkuman sembilan janji kerja yang dikampanyekan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014 silam. Sembilan janji kerja itu salah satunya adalah revolusi mental dan peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia.

Fadli menduga kegagalan mewujudkan sembilan janji kerja itu membuat Jokowi tak pernah lagi menyinggung dan membanggakan Nawacita.

"Kenapa ga disebut sebut lagi tuh Nawacita? karena memang gagal," kata dia.

Indikasi kegagalan Nawacita disebut Fadli bisa dilihat dari program yang ditawarkan Jokowi saat ini. Dia secara khusus menyoroti program Kartu Prakerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah dan Kartu Sembako Murah.

Ia menilai berbagai jurus kartu itu tak bisa menyelesaikan masalah kesejahteraan warga. Selain itu, Fadli menyebut juru kartu Jokowi kuno.

"Jadi menurut saya gagasan pakai jurus kartu udah kuno lah dan basi. Karena di masa lalu juga udah basi, enggak menyelesaikan masalah," kata dia.

Fadli lantas membandingkan program 'satu kartu' yang direncanakan Sandiaga Uno dalam debat cawapres kemarin.

Dia mengakui program itu tak baru. Namun dia menilai program itu lebih baik ketimbang gelontoran kartu Jokowi-Ma'ruf.

"Saya kira cara berpikir memproduksi banyak kartu itu benar-benar cara berpikir yang kurang cerdas lah. Di negara negara modern itu cukup satu kartu. karena di Amerika sejak abad lalu itu cuma satu kartu namanya social security number," kata dia. (rzr/wis)