Amien Rais Sindir Jokowi: Pak Kowi Presiden Pengembang

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 14:15 WIB
Amien Rais Sindir Jokowi: Pak Kowi Presiden Pengembang Amien Rais beri julukan Jokowi dengan sebutan Pak Kowi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyebut Presiden Joko Widodo dengan sebutan Pak Kowi. Julukan itu diucapkan Amien saat menceritakan riwayat politik Jokowi dalam diskusi di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Selasa (12/3).

"Jadi kalau orang Indonesia, kalau Pak Soeharto, Pak Harto, Pak Sutarno, Pak Tarno, kalau Jokowi, Pak Kowi," ucap Amien.

Pertama kali Amien menyinggung nama Jokowi dengan Pak Kowi kala menceritakan capres petahana itu saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Amien merujuk dari video yang masih ditayangkan di YouTube hingga saat ini.


Amien mengatakan eks Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dalam video yang dimaksud, tengah memberikan arahan kepada PNS di lingkungan kerjanya.


"'Eh saya kasih tahu ya, kamu enggak tahu toh, Pak Jokowi itu menang presiden karena pengembang'," ucap Amien menirukan Ahok.

"Jadi pengembang ini yang membayari kemenangan Pak Kowi ini, Pak Kowi," kata Amien.

Amien menceritakan soal itu berkenaan dengan tema diskusi yang diusung Seknas Prabowo-Sandi, yakni money politics atau politik uang.

Julukan Baru Jokowi dari Amien Rais : Pak KowiF AFP PHOTO / BAY ISMOYO

Tak berhenti di situ, Amien kembali menggunakan Pak Kowi saat menceritakan Jokowi. Kali ini dia bercerita soal hubungan antara Jokowi dengan penyumbang dananya saat Pilpres 2014.

Amien mengatakan bahwa pada 2015 lalu terjadi kebakaran hutan yang begitu besar. Singapura dan Malaysia hingga harus menanggung dampak buruk berupa asap yang pekat.


Kala itu, kata Amien, Jokowi bertekad membawa ke meja hijau untuk menghukum pelaku kebakaran hutan. Amien mengaku saat itu menduga akan ada peristiwa besar jika pelaku pembakaran hutan diusut dan benar-benar dibawa ke pengadilan. Namun, itu tidak terjadi.

"Pak Kowi ini mengatakan harus dibawa ke meja hijau siapa yang bakar hutan secara masif itu. Dua minggu kemudian para penyumbang yang memenangkan itu datang ke Istana," kata Amien.

"Kemudian kira-kira, 'bapak, apa bapak lupa dulu kami yang membiayai kampanye bapak', " ucap Amien menirukan pemilik perusahaan pelaku pembakaran hutan.

'Oh gitu toh, kalau gitu nggak usah dilanjutkan'," tutur Amien menirukan Jokowi.

(bmw/DAL)