Angin Kencang Terjang Puluhan Bangunan di Sumenep

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 06:48 WIB
Angin Kencang Terjang Puluhan Bangunan di Sumenep Ilustrasi. (Dok. Basarnas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sumenep, Jawa Timur menyatakan, sedikitnya 50 bangunan rusak akibat angin kencang yang melanda dua kecamatan di wilayah itu, Minggu (10/3).

"Data jumlah bangunan rusak ini, berdasarkan laporan petugas lapangan yang kami terima hingga tadi malam," kata Kepala BPBD Pemkab Sumenep Abd Rahman Readi di Sumenep dikutip dari Antara pada Senin pagi.

Puluhan bangunan rusak itu tersebar di empat desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Lenteng dan Kecamatan Saronggi.

Di Kecamatan Saronggi dua desa, yakni Desa Talang dan Desa Kambingan Timur, sedangkan di Kecamatan Lenteng di Desa Poreh dan Desa Tarogan.


Di Kecamatan Lenteng, jumlah total bangunan rusak akibat angin kencang yang disertai hujan deras sebanyak 46 unit, sedangkan empat bangunan sisanya di Kecamatan Saronggi.

Ia menjelaskan, jumlah bangunan rusak ini merupakan data sementara yang dilaporkan petugas BPBD Pemkab Sumenep di lapangan.

"Kalau korban jiwa, nihil, tapi kerugian materiel ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Jenis kerusakannya, mulai dari rusak ringan hingga rusak parah," katanya.

Saat ini, kata dia, Pemkab Sumenep berkoordinasi dengan TNI dan Polri, guna membantu para korban.

Selain merusak bangunan, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu siang itu juga merobohkan pepohonan dan memutus jaringan listrik di lokasi kejadian.

Berdasarkan catatan BPBD Pemkab Sumenep, Kecamatan Lenteng dan Kecamatan Saronggi, memang terdata sebagai kecamatan rawan bencana alam.

Sebelumnya, BPBD Pemkab Sumenep merilis, memasuki musim angin dan hujan saat ini, wilayah Kabupaten Sumenep terdeteksi ada 21 titik rawan bencana.

Ke-21 titik tersebut tersebar di Kalianget, Pasongsongan, Guluk-Guluk, Lenteng dan Kecamatan Saronggi.

Di Kecamatan Kalianget rawan angin kencang dan angin puting beliung, termasuk di Kecamatan Lentang dan Kecamatan Saronggi.

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Pasongsongan dan Kecamatan Guluk-Guluk, ancaman bencana alam berupa tanah longsor, karena daerah tersebut merupakan perbukitan.

Sementara terkait bencana angin kencang yang merusak puluhan rumah di dua desa di Kecamatan Saronggi dan Lenteng, Minggu siang itu, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Bencana BPBD Pemkab Sumenep Syaiful Arifin menyatakan, pihaknya telah menerjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan.
[Gambas:Video CNN] (Antara/dea)