PDIP: Jokowi Punya Kredo Tanah untuk Rakyat

CNN Indonesia | Sabtu, 02/03/2019 03:43 WIB
PDIP: Jokowi Punya Kredo Tanah untuk Rakyat Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sertifikat tanah gratis kepada 2.000 warga di Gelanggang Remaja, Pasar Minggu, Jakarta. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Lampung, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan keberpihakan Joko Widodo pada rakyat dibuktikan lewat kebijakan di bidang pertanahan. Menurutnya, Jokowi memegang kredo atau satu keyakinan bahwa tanah untuk rakyat.

Jokowi memilih untuk membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat ketimbang menyerahkan lahan kepada kaum elite. Di masa lalu, kata Hasto, tanah hanya dibagi-bagi tanpa memberikan aspirasi rakyat.

"Pak Jokowi memiliki kredo tanah untuk rakyat. Karena itulah sertifikasi tanah rakyat menjadi kebijakan yang sangat fundamental dari Pak Jokowi," ujar Hasto di Banjar Wiradharma, Lampung, Jumat (1/3). 


Di sisi lain, Sekretaris TKN ini mengatakan Jokowi menilai Lampung memiliki potensi yang luar biasa. Hal itu dibuktikan lewat sejumlah kunjungan Jokowi ke Lampung untuk meninjau pembangunan infrastruktur. Menurutnya, Jokowi meyakini tanpa infrastruktur, Lampung tidak akan maju.


"Pak Jokowi melihat bagaimana kita bisa maju kalau infrastruktur, tata wilayah berantakan dan kacau balau karena masa lalu, di masa mantan mertuanya Pak Prabowo (Subianto) itu tanah dibagi-bagi seenak-enaknya," ujar Hasto.

Untuk mewujudkan pembangunan, Hasto tidak mengelak Jokowi menghadapi berbagai tantangan, salah satunya hoaks dan fitnah. Namun, ia meyakini hoaks dan fitnah membuktikan ketidaksiapan berkompetisi dan beradu program.

"Mereka menebar hoaks dan fitnah itu artinya menghalalkan politik kekuasaan itu karena ambisinya. Hoaks dan fitnah membuktikan mereka tidak siap," ujarnya.

PDIP: Jokowi Punya Kredo Tanah untuk RakyatSekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto (tengah). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Hasto menambahkan kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf merupakan kepemimpinan yang menyatukan dan memastikan seluruh umat beragama bisa hidup berdampingan dengan damai tanpa ada yang mengkafirkan satu sama lain.

"Kehidupan yang diwarnai oleh nilai-nilai kebudayaan kita. Karena itu semua agama di Indonesia bisa hidup berdampingan, semua kepercayaan bisa dapat bersama-sama," ujarnya.


Hasto juga menyebut Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai pemimpin yang baik. Menurutnya, keduanya tidak pernah memiliki tradisi kekerasan di masa lalu.

"Pak Jokowi baik, kepribadiannya baik. Demikian pula Kiai Haji Ma'ruf Amin. Keduanya tidak punya tradisi kekerasan di masa lalu, tidak pernah gebrak meja, tidak pernah lempar handphone, tidak pernah membuat persoalan terkait dengan penghormatan hak asasi manusia," ujar Hasto.

Hasto mengatakan pemimpin harus dipilih dari kepribadiannya. Sebab, dia menyebut kepribadian seorang pemimpin akan sangat menentukan nasib bangsa ke depan.

Dia menyadari tidak ada pemimpin yang sempurna. Akan tetapi Jokowi memiliki tekad untuk bekerja keras untuk kepentingan rakyat. 

Cerita Keislaman Bung Karno

Hasto menyatakan Sukarno memiliki peran penting bagi dunia Islam, salah satunya dalam menemukan makam ahli hadis Imam Bukhari. Ia menyebut Bung Karno meminta pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev untuk mencari makam Bukhari sebagai syarat kunjungan kenegaraan dirinya ke Uni Soviet.

"Ketika Bung Karno berada di Soviet sebagai syarat kunjungannya meminta agar pemerintahan soviet mencari sebuah makam Imam Al Bukhari," ujar Hasto.

PDIP: Jokowi Punya Kredo Tanah untuk RakyatBung Karno. (AFP PHOTO / INTERNATIONAL NEWS PHOTOS / DOUG CHEVALIER)
Selain mencari makam Imam Bukhari, Hasto menyampaikan Bung Karno berperan penting atas eksistensi Masjid Biru Sank Petersburg, Rusia. Ia menyebut Sukarno meminta otoritas Soviet agar tak menjadikan masjid tersebut sebagai gudang saat perang dunia kedua.

"Jadi Bung Karno itu menjadikan Islam sebagai rahmatan lil alamin," ujarnya.


Selanjutnya, Hasto bicara soal dukungan Sukarno atas kemerdekaan Palestina. Bahkan, ia mengklaim Sukarno dikucilkan oleh beberapa negara karena sikapnya tidak mengundang Israel dalam Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang (GANEFO) tahun 1962.

Bung Karno, kata dia, juga berperan dalam kemerdekaan Pakistan dan Aljazair. Atas peran kemerdekaan sejumlah negara Islam, Hasto mengatakan Bung Karno mendapat gelar pahlawan pembebas dan kemerdekaan bangsa Islam dalam Konferensi Asia Afrika.

Lebih dari itu, Hasto mengatakan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dirancang Bung Karno bukan untuk satu agama. Ia berkata di dalam sila itu Bung Karno menegaskan Ketuhanan yang berbudi pekerti, penuh welas asih, dan tidak ada egoisme agama.

"Bung Karno menilai alam kebatinan rakyat Indonesia terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan. Karena itu Bung Karno merumuskan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (jps/pmg)