MUI Soal Pose Dua Jari di Munajat 212: Itu 'Lost Control'

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 23/02/2019 10:33 WIB
MUI Soal Pose Dua Jari di Munajat 212: Itu 'Lost Control' Malam Munajat 212 disebut lepas kontrol. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Yusuf Aman menyatakan bahwa penyelenggaraan acara Malam Munajat 212 tergolong tak sesuai rencana atau di luar kendali.

Gestur bernuansa kampanye capres nomor urut 2, Prabowo-Sandi marak dalam acara yang diinisiasi MUI DKI Jakarta di Monas, Kamis (21/2) malam itu. Acara yang diagendakan untuk doa bersama demi keselamatan bangsa pun jadi sarat pemandangan bernuansa politis.

"Ini sudah lost control. Maaf, hal tersebut bukan yang dikehendaki oleh MUI," ucap Yusuf kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat malam (22/2).



Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Pusat Zainut Tauhid Sa'adi sudah mewanti-wanti. Dia mengimbau kepada MUI DKI Jakarta selaku penyelenggara agar tidak ada nuansa politis yang terselip selama acara berjalan. Namun, hingga saat ini dia belum mau memberi tanggapan.

Sekjen MUI Anwar Abbas juga belum mau memberi tanggapan atas maraknya nuansa kampanye Pilpres di acara Malam Munajat 212. Dia mengaku sedang tidak sehat.

Diketahui, MUI DKI Jakarta menggelar Malam Munajat 212 di Monas pada Kamis malam (21/2). Kerja sama dijalin dengan majelis taklim se-Jabodetabek demi mensukseskan acara. Acara dimulai dengan salat Magrib, lalu doa bersama meminta keselamatan bangsa dan negara.

Selama rangkaian acara berjalan, begitu banyak nuansa kampanye yang tampak di Monas. Gestur ditunjukkan oleh tokoh politik maupun ribuan peserta yang hadir.


Ada sejumlah tokoh politik yang tak ragu menunjukkan pose dua jari ala pendukung Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi. Bahkan, beberapa di antara mereka bermain retorika menyinggung pergantian presiden saat memberi sambutan dari atas panggung. Mereka antara lain Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Malam Munajat 212 juga diwarnai kericuhan. Dua orang wartawan mengalami persekusi diduga oleh anggota Laskar Pembela Islam (LPI) yang menjadi satuan keamanan. (bmw/rsa)