Kritik JK Soal MRT Jakarta: Kita Terlambat Bangun

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 15:52 WIB
Kritik JK Soal MRT Jakarta: Kita Terlambat Bangun Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menjajal MRT fase I HI-Lebak Bulus bersama Menhub Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (20/2). (Setwapres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) terlambat. Mestinya, kata dia, moda transportasi itu dibangun pada dekade 1990-an.

Hal itu dikatakannya saat menjajal MRT fase I Bundaran HI-Lebak Bulus bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kritiknya kita terlambat bangun. Mestinya kita bangun, awalnya '90-an. Jadi kita apresiasi bahwa ini dibangun sekarang, tapi jangan lupa ini baru 16 kilometer," ujar JK di stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu (20/2).


JK menargetkan pembangunan jalur MRT di Jakarta dapat mencapai minimal 200 kilometer. Perpanjangan jalur MRT ini diyakini dapat menjamin kebutuhan transportasi massal bagi masyarakat Jakarta.

"Pak Gubernur sedang rencanakan ini bagaimana sinkronisasinya dengan bus, MRT, light train," katanya.

Terlepas dari hal tersebut, JK mengakui keberadaan MRT yang bakal beroperasi Maret mendatang telah memenuhi kenyamanan dan ketepatan waktu. Dua syarat ini dinilai JK menjadi bagian penting dari suatu sistem transportasi.

"Ini memenuhi. Kalau bus kan belum memenuhi, kadang-kadang berhenti, lama, atau tidak jalan. Ini akan tepat waktu," ucap JK.

Dalam kesempatan yang sama, Anies mengatakan masih fokus mengembangkan upaya pengintegrasian MRT dengan bus Transjakarta. Dengan upaya tersebut, sistem transportasi di Jakarta diyakini akan tepat waktu dan lebih mudah terjangkau dari sisi harga maupun geografis.

"Di mana saja bisa, pergi ke mana saja bisa menggunakan kendaraan umum karena setiap kali dia berhenti langsung tersambungkan dengan moda yang berikutnya. Jadi kita lakukan itu," ucap Anies.

Fase I Bundaran HI-Lebak Bulus ini melintasi lima stasiun pemberhentian MRT yakni Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, dan berakhir di Lebak Bulus. Satu rangkaian terdiri dari enam kereta dan tiap rangkaian mampu menampung 1.950 penumpang.

[Gambas:Video CNN] (psp/arh)