FOTO : Alat Peraga Kampanye, Polusi Mata Tahun Politik

Antara Foto,, CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 15:40 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Alat peraga kampanye menjamur di tahun politik. Banyak alat peraga yang dinilai melanggar aturan pemasangan sehingga merusak keindahan kota.

Hal yang rutin terjadi setiap lima tahun di mana alat peraga kampanye menjamur jelang Pemilu. Tampak seorang pelajar melintas di depan spanduk calon legislatif di Lhoksumawe, Aceh yang dibakar orang tak bertanggungjawab. (ANTARA FOTO/Rahmad)
Alat peraga dipasang di manapun di titik-titik yang dengan mudah dilihat publik. Tampak alat peraga terpasang di tengah sungai Brantas di Kota Kediri, Jawa Timur. Satpol PP kesulitan menertibkan alat peraga yang menyalahi aturan karena dipasang di tempat tak lazim. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Sejumalah alat peraga yang terpasang kerap menjadi sasaran perusakan oleh orang tak bertanggung jawab, seperti yang terjadi di kawasan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh. Para caleg di Aceh mendesak pihak terkait mengusut dan menindak maraknya aksi perusakan. (ANTARA FOTO/Rahmad)
Perusakan juga terjadi pada alat peraga kampanye di Pademangan, Jakarta. Perusakan alat peraga merupakan tindak pidana pemilu yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 dan pelakunya dapat dikenai sanksi penjara 2 tahun serta denda Rp24 juta. (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
Banyak pula alat peraga kampanye yang dipasang sembarangan dengan tak mengindahkan aturan dan estetika. Tampak Satpol PP Yogyakarta menertibkan alat peraga di Kecamatan Kraton, Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Di Bali, Satpol PP Kota Denpasar menurunkan baliho calon legislatif yang penempatannya melanggar zona ketentuan KPU. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Petugas mengumpulkan alat peraga kampanye yang ditertibkan dan mengimbau agar alat peraga tak dipasang lagi di tempat-tempat yang melanggar aturan.(ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Satpol PP Kota Tegal, Jawa Tengah mencopot alat peraga kampanye karena tidak sesuai aturan pemasangan dan menyalahi peraturan pemerintah kota dengan merusak keindahan tata kota. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)